Lihat ke Halaman Asli

Masykur Mahmud

TERVERIFIKASI

A runner, an avid reader and a writer.

Kenapa Anda Harus Belajar untuk Berkata "Tidak"?

Diperbarui: 19 September 2022   14:59

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi untuk sekadar berkata tidak. (sumber: pixabay.com/Kevin Phillips)

Kualitas diri kita terletak pada kemampuan kita menentukan mana yang penting dan mana yang layak untuk dilakukan. Seringnya kita 'terjebak' dalam lingkaran setan yang membuat kita tidak produktif.

Sebagai contoh sederhana, cobalah bertanya kepada diri kita sendiri kegiatan yang lumrah kita lakukan sehari-hari, mana yang lebih mengarah kepada manfaat atau buang waktu?

Pernahkah kita bertanya berapa harga waktu kita? Misalnya, jika ada orang yang membutuhkan kita dan menawarkan sebuah pekerjaan, ketika ditanyakan berapa harga yang harus dibayar untuk satu jam, bisakah kita menjawab dengan percaya diri?

Setiap kita pastinya memiliki sebuah keahlian yang kita dapat baik itu dari sekolah formal atau non-formal, atau ketrampilan yang kita dapat dari sebuah hobi yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.

Namun, seberapa yakin akan harga yang bisa kita labelkan untuk sebuah keahlian atau ketrampilan yang kita miliki?

Jika dalam sebuah pekerjaan kita dibayar katakanlah 4 juta setiap bulan, dengan waktu seminggu 5 kali, maka kita bekerja 40 jam/minggu, dalam sebulan kita menghabiskan 160 jam. Artinya, kita dibayar 25 ribu/jam. Layakkah?

Nah, angka diatas hanya sebuah ilustrasi untuk menghitung perbandingan harga berdasarkan waktu kerja yang dihabiskan. Jika gaji anda lebih besar anggaplah 6 juta/bulan, maka perjam anda dibayar 37.500 dgn asumsi jam kerja 160 jam/bulan.

Pertanyaan yang sama, apakah harga segitu dianggap layak ?

Masing-masing orang memiliki jawaban yang berbeda, namun satu hal yang pasti jawaban yang anda berikan erat kaitan dengan seberapa penting anda menghargai waktu dan seberapa besar kualitas waktu anda.

Contoh sederhana lainnya, jika seseorang datang meminta bantuan pekerjaan dengan skil yang anda punya, dapatkah anda menyebut nominal yang relevan untuk pekerjaan tersebut? atau anda hanya sekedar menyebut angka asal-asalan?

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline