Lihat ke Halaman Asli

Masykur Mahmud

TERVERIFIKASI

A runner, an avid reader and a writer.

Tantrum pada Anak, Sebab dan Cara Mengatasinya

Diperbarui: 29 Januari 2022   09:17

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi anak tantrum (Sumber: Shutterstock via lifestyle.kompas.com)

Apa itu tantrum dan bagaimana cara mengatasinya?

Tantrum merupakan sebuah perilaku anak yang disebabkan karena ketidakmampuan menyalurkan emosi. 

Emosi pada anak di bawah 4 tahun belum bisa diekspresikan dengan benar dan baik, sehingga muncullah perilaku yang dikenal dengan tantrum.

Bagi orangtua, ada yang menganggap tantrum adalah perilaku anak yang kelewatan. Bahkan, ada yang merespon tantrum dengan cara yang sebenarnya malah bisa membuat anak tidak mampu mengendalikan emosi.

Kenapa tantrum bisa terjadi?

Orangtua perlu memahami bahwa tantrum adalah bagian dari tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak. Jadi, perilaku tantrum ini adalah hal wajar yang dialami anak pada usia 1-4 tahun.

Kenapa anak bisa mengalami tantrum?

Umur 1-4 tahun adalah masa perkembangan paling penting bagi anak. Jika pada umur 0-1 tahun anak belajar memahami kata-kata, maka umur 1-2 tahun anak mulai belajar mengungkapkan sesuatu dengan bahasa kata. Baru pada umur 2-3 tahun anak akan mampu belajar meluapkan keinginan secara perlahan. 

Seiring waktu, kemampuan mengekspresikan diri akan terus berkembang. Tentu dengan bantuan orangtua yang aktif berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak. 

Pada tahap umur 3-4 tahun, kemampuan berbahasa anak akan terlihat lebih baik. Di sini anak seharusnya sudah mampu menunjukkan sikap senang, sedih, marah, dan lainnya. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline