Lihat ke Halaman Asli

Mas Nawir

Wiraswasta/Penulis lepas

Rica-rica Entog Buatan Simbok

Diperbarui: 3 April 2020   13:14

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi cookpad

Setiap lebaran, makanan yang menjadi klangenan saya adalah rica-rica buatan simbok. Lauk dari daging entog (itik) ini seperti membius sukma, menarik hati untuk dinikmati setiap tahun.

Sensasi rasa pedas, gurih, nikmat, serta serat daging menthok yang kenyal dan empuk, membuat rica-rica entog bikin nagih.

Biasanya simbok mempersiapkan 2 sampai 3 bulan sebelum lebaran. Beliau sengaja membeli di pasar 2-3 ekor enthok dan memeliharanya dalam kurungan.

Sisa makanan dan sampah organik dapur disiapkan untuk makanan entog selama pembesaran. Terkadang simbok juga membeli beberapa kilogram bekatul untuk persediaan.

Malam takbiran begitu kami sekeluarga datang, simbok menyembelih sendiri 1-2 ekor. Setelah dibersihkan, semua bagian tubuh enthok dicacah termasuk kepala dan kaki.

Malam itu langsung direbus, dan cara memasukkan daging ditunggu sampai air dalam panci mendidih terlebih dahulu. Simbok juga menaburkan sedikit garam untuk membantu proses kematangan.

Setelah air untuk merebus daging mendidih, simbok mematikan kompor dan membiarkan daging entog tetap berada di dalam panci.

Pagi hari sebelum subuh, simbok sudah mulai sibuk di dapur, menggiling bumbu rica-rica berupa bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, merica bubuk, cabe rawit, kunyit, dan jahe.

Aroma harum bumbu rica-rica yang digoreng tercium tajam dan membuat kami terbangun untuk giliran mandi.

Setelah bumbu berubah warna, simbok memasukkan semua daging cacah dalam wajan yang besar. Tak lupa memberinya tambahan garam, lengkuas, salam, sereh, daun jeruk, dan gula merah.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline