Lihat ke Halaman Asli

Mas Andre Hariyanto

Pendiri, Trainer, Jurnalis: Lembaga AR Learning Center, Suara Utama, Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara, Komunitas Taklim Jurnalistik, Angkringan Si Ndut, Kelas Jurnalistik Official, Muslim Hijrah Movement

Salut! Santriwati Asal Indonesia Bertekad Kuat Bangun Pesantren di Dubai

Diperbarui: 19 September 2022   21:26

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto: Dok. Pribadi. Suasana Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Balikpapan, Kaltim. Mas Andre Hariyanto dan Rifaya Meherunnisa Nailah.

BONTANG - Salah satu santriwati lulusan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak (Gutem) Balikpapan, Kalimantan Timur, Rifaya Meherunnisa Nailah bercerita memiliki tekad keinginan kuat untuk membangun pesantren di Dubai, Uni Emirat Arab.

"Harapan ana (saya) kedepannya adalah membangun pesantren di luar negri" kata perempuan asal Bontang, Kalimantan ini, dalam wawancara by phone, Ahad (18/09/2022).

"Ya ana hanya bisa berusaha, tapi ana yakin selagi ini baik untuk islam pasti Allah memudahkan Hamba Nya," imbuhnya.

Semisal tidak bisa membangun pesantren di Dubai, katanya cukup membangun pondok di negaranya sendiri. Sebaliknya kehadiran Gutem, demikian nama akrab pesantren yang dipersiapkan untuk mencetak dai-daiyah handal, memiliki spiritual tinggi, dan cerdas intelektual ini kelak lulusannya akan diterjunkan di masyarakat dan mengabdikan diri kepada umat. Pondok Hidayatullah ini juga merupakan pusat cabang pondok hidayatullah dari sabang hingga merauke.

Foto: Dok. Pribadi. Suasana Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Balikpapan, Kaltim. Mas Andre Hariyanto dan Rifaya Meherunnisa Nailah.

Berangkat tanpa restu, Santriwati kelahiran asal Malasyia ini memaparkan awal mula saat mondok di Gutem, katanya ia tidak mendapatkan restu dari keluargannya serta tidak mendukungnya dalam menimbah ilmu di pesantren Hidayatullah Balikpapan, Kalimantan Timur. Rintangan dan cobaan ia rasakan sendiri dengan penuh pengorbanan.

Anggapan keluarganya tinggal di pondok merupakan tempat yang tidak memiliki masa depan jelas. Karena tekad sudah bulat, Rifaya, demikian panggilan akrabnya, ia tetap harus berangkat di Gunung Tembak dengan mengharap ridho Allah Subhanallah Ta'ala. Sesampai di pondok, ia awali hidupnya dengan menuntut ilmu di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Putri yang merupakan Perguruan Tinggi (PT) Hidayatullah Balikpapan. Beberapa bulan kemudian, pemilik nama asli Risnawati ini tidak ada perhatihan khusus dan kasih sayang dari orang tuannya kembali.

Salah satu santriwati lulusan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak (Gutem) Balikpapan, Kalimantan Timur, Rifaya Meherunnisa Nailah bercerita memiliki tekad keinginan kuat untuk membangun pesantren di Dubai, Uni Emirat Arab.

"Di hubungi oleh orang tua lewat telfon tidak pernah, perhatian kasih sayang dari orang tuapun terhenti, rasanya hampa," ujar perempuan kelahiran 01 Agustus 1996.

Seperti pada umumnya, pesantren kegiatannya adalah menghafal al-qur'an, belajar berbahasa arab, menambah pengetahuan ilmu agama islam, demikian juga yang dilakukan Rifayah dalam kesehariannya. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline