Lihat ke Halaman Asli

Ahmad Saukani

TERVERIFIKASI

pensiun bukan lantas berhenti bekerja

Isyarat Akhir Pandemi di Ujung Ramadhan

Diperbarui: 1 Mei 2022   12:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

situasi pel merak/kompas.com

Tinggal hitungan jam Ramdhan, Bulan suci yang penuh berkah dan ampunan akan berlalu. Rasanya baru kemarin Sholat taraweh pertama Masjid penuh sesak, saya nyaris tidak kebagian tempat dan ketika bubaran saya nyaris kesulitan mencari sandal. 

Diriwayatkan para sahabat Rosululloh SAW amat bersedih ketika Bulan Ramadhan akan berlalu sementara ibadah mereka kian khusu. Jauh berbeda di ummat kekinian, akhir Ramadhan jamaah sholat taraweh malah menyusut.

Saya tidak tunjuk orang lain, saya pribadi malam tadi saja rasanya begitu berat kaki melangkah, bukan lantaran kekenyangan saat berbuka tapi badan rasanya sudah begitu lelah terlebih ada semacam keenakan terlanjur selalu di rumah lantaran patuh terhadap aturan prokes selama Pandemi. Semoga Gusti Alloh menerima amal ibadhah saya dengan segala kekurangannya.

Akan hal menyusutnya jamaah sholat taraweh jangan lantas berburuk sangka, satu sebabnya banyak jamaah yang pulang kampung, merayakan Idul Fitri bersama orang tua, sanak keluarga di kampung halaman.

Banyaknya warga yang pulang kampung atau mudik atau apalah istilahnya dengan tujuan belebaran dengan keluarga di kampung halaman yang adalah hal rutin tahunan sebelum datangnya Pandemi. 

Kemudian datang Pandemi dengan segala aturan yang membuat ritual mudik terhambat. Lebaran tahun ini Pemerintah membolehkan masyarakat pulang kampung kendati masih ada aturan-aturan yang tentunya tetap mesti dipatuhi. 

Dampak dari dibolehkannya warga pulang kampung setelah terkekang dua musim Lebaran, seperti yang sudah-sudah adalah kemacetan lalu-lintas dihampir semua jalur mudik. Ditambah ada semacam euforia pulang mudik.

Barusan lihat laporan di salah satu stasiun TV kondisi lalu lintas di jalur mudik, dilaporkan kondisi arus lalu lintas masih padat. Dilaporkan juga bahwa tingkat kecelakaan Lalin berkurang. Alhamdulillah.

Melihat fenomena tersebut saya merasa; sekedar rasa ya, situasi tersebut seperti mengisyaratkan akan akhir masa Pandemi. Sebenarnya sebelum datang bulan Ramadhan saya melihat sudah ada tanda-tanda akan datangnya akhir pandemi di gelaran Moto GP Mandalika dua bulan kemarin.

Kemarin sempat antar istri ke Pasar Palmerah, mau bikin semur rencananya, biasa untuk teman makan ketupat sayur di hari Lebaran. Sudah menjadi kebiasaan di hari raya Lebaran sebagai warga Betawi ada hidangan spesial yaitu ketupat sayur berteman semur daging.

Sementara istri ubek-ubek pasar saya nongkrong di lapak penjual kulit ketupat sambil bantu-bantu anyam bikin kulit ketupat. Anak usia remaja spesial datang dari Rangkasbitung berjualan janur dan kulit ketupat. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline