Lihat ke Halaman Asli

Mahir Martin

TERVERIFIKASI

Guru, Aktivis dan Pemerhati Pendidikan

Pengajar Menyampaikan, Pendidik Mengomunikasikan, Apa Konsekuensinya?

Diperbarui: 16 November 2020   13:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi guru dan siswa di sekolah(Dok. Ditjen GTK Kemdikbud via kompas.com)

"Jika pengajar menyampaikan, maka pendidik....." Itu isi salah satu slide yang saya tampilkan pada webinar "How to be a role model teacher" yang saya berikan minggu lalu.

Saya diundang sebagai salah satu pembicara pada rangkaian webinar pada program Academy of Future Teacher (AFT) yang diadakan salah satu konsultan pendidikan Eduversal Indonesia.

Program ini menarik animo ratusan calon guru dari seluruh Indonesia. Tujuan program ini adalah untuk mencetak para guru yang berkompeten, berkarakter, dan siap mendedikasikan dirinya untuk memajukan pendidikan Indonesia.

Pengajar dan Pendidik

Terkait dengan pertanyaan di slide saya, para peserta memiliki jawaban berbeda-beda. Ada yang menjawab membimbing, menginspirasi, memberi teladan, dan lain sebagainya.

Membedakan istilah pengajar dan pendidik sebenarnya hanya untuk memperjelas tugas hakiki seorang guru. Perbedaan yang diangkat, bukan berarti salah satunya baik dan salah satunya tidak baik. Pada dasarnya istilah pengajar dan pendidik keduanya memiliki makna yang baik. Bahkan, bagi sebagian kita, pengajar ya pendidik, pendidik ya pengajar.

Perbedaan akan terasa, jika kita sedikit berpikir filosofis, memaknai falsafah dibalik sebuah hakikat. Pada pertanyaan saya, sebenarnya kata yang saya cari sebagai jawaban adalah kata "mengomunikasikan". Jadinya, pengajar menyampaikan, sedangkan pendidik mengomunikasikan. Kalimat tersebut terasa memiliki harmonisasi antara kata menyampaikan dan mengomunikasikan.

Kata menyampaikan dan mengomunikasikan memang sering tertukar maknanya. Padahal sebenarnya ada perbedaan mendasar antara keduanya. Menyampaikan itu satu arah, hanya mengirim atau memberikan suatu pesan. Mengomunikasikan itu dua arah, ada pengiriman dan penerimaan pesan.

Dari pengertian ini, istilah pendidik sudah mencakup pengajar, sedangkan istilah pengajar belum tentu mencakup pendidik. Pendidik memiliki dimensi yang lebih luas dibandingkan pengajar. Jadi, sejatinya guru harus menjadi seorang pendidik, tidak hanya sekedar pengajar. 

Karena dimensi pendidik lebih luas, maka konsekuensinya pun lebih banyak. Jika pengajar hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, maka pendidik memiliki beberapa tugas tambahan yang lain.

Konsekuensi sebagai Pendidik

Setidaknya saya mencatat 4 hal penting sebagai tugas pendidik yang berhubungan dengan tema guru sebagai contoh atau teladan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline