Lihat ke Halaman Asli

Ludiro Madu

TERVERIFIKASI

Dosen

Merasakan Mudik dalam Keramaian Kota Yogyakarta

Diperbarui: 1 Mei 2022   08:48

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

sumber: lafayettehotel-yogyakarta.com

Semangat mudik kembali membara di Lebaran 2022 ini. Pemerintah tidak lagi melarang masyarakat untuk bermudik ria. Kebijakan ini tentu saja merupakan efek langsung dari keberhasilan vaksinasi dua tahap. Karena pandemi Covid-19 masih ada, masyarakat dihimbau tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) selama mudik.

Mudik itu, lebih tepatnya, merupakan kebiasaan orang Indonesia untuk berkumpul kembali dengan keluarga asalnya. Meski begiti, praktek mudik yang telah berlangsung lama itu, kemudian, menjadikannya sebagai sebuah tradisi. Konon, ber-Lebaran kurang afdol tanpa mudik.

Mudik atau budaya pulang ke rumah orang tua dilakukan setelah sebulan penuh menjalankan puasa. Lebaran atau Idul Fitri menjadi kemeriahan atas kemenangan melawan hawa nafsu selama bulan puasa 

Pada lingkup yang lebih kecil di keluarga, pulang menjadi ritual setelah seharian bekerja. Pulang ke rumah setelah melakukan pekerjaan atau kegiatan. Bagi anak kecil, pulang menjadi keharusan dengan batas waktu, yaitu maghrib. 

Sejak pandemi di awal Maret 2020, Yogyakarta menjadi sepi dan lengang. Mahasiswa pulang ke rumah masing-masing. Sebagai kota wisata, keramaian  kota Yogyakarta biasanya terjadi pada liburan sekolah dan Lebaran. 

Titik Keramaian 

Meskipun begitu, keramaian Jokja hanya terjadi pada waktu-waktu khusus, seperti menjelang dan pada saat (libur) Lebaran. Jalanan di Yogyakarta kembali dipenuhi para pemudik. 

Memang keramaian kota Gudeg ini tidak berlangsung di sepanjang 24 jam. Ada jam-jam tertentu yang menjadi waktu terpadat. Satu minggu menjelang Lebaran, mall dan pasar-pasar moderen dipadati para konsumen demi persiapan Lebaran. Akibatnya jalanan di sekitar mal menjadi macet di jam-jam belanja.

Walaupun kota kecil, Yogyakarta memiliki 5 mal, seperti Malioboro Mall, Galeria,  Ambarukmo Plaza (Amplaz), Jogja City Mall (JCM), Hartono Mall. Pusat-pusat keramaian biasanya ada di sekitar mall-mall itu.

Selain itu, lalu-lalang pemudik tidak berlaku di semua sudut kota kecil ini. Hanya titik-titik tertentu yang dipadati mobil-mobil berplat nomer polisi non-AB. Sebaliknya pada jam dan tempat tertentu, motor dan mobil AB menjadi bisa dihitung jari. Setiap lampu merah menjadi titik kemacetan. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline