Lihat ke Halaman Asli

Julianda BM

ASN pada Pemerintah Kota Subulussalam, Aceh

Kedewasaan dalam Berpolitik: Antara Harapan dan Kenyataan

Diperbarui: 19 September 2023   08:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi (Sumber: Kompas.id)

Pemilihan umum (Pemilu) 2024 semakin dekat. Sejumlah calon presiden dan wakil presiden telah mulai mendeklarasikan diri. Persaingan antarkandidat pun semakin sengit. Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat untuk memiliki pemahaman yang tepat tentang kedewasaan dalam berpolitik.

Kedewasaan dalam berpolitik dapat diartikan sebagai sikap dan perilaku yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, seperti keterbukaan, saling menghormati, dan menjunjung tinggi HAM. Dalam konteks pemilihan umum, kedewasaan berpolitik dapat diwujudkan dalam beberapa hal, antara lain:

  • Mampu menerima perbedaan pandangan politik
  • Mampu berargumentasi secara rasional tanpa menghina lawan politik
  • Mampu menahan diri dari ujaran kebencian dan provokasi
  • Mendukung proses demokrasi dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat

Pada kenyataannya, pemahaman tentang kedewasaan dalam berpolitik di Indonesia masih belum sepenuhnya terwujud. Hal ini dapat terlihat dari berbagai isu dan kontroversi yang terjadi dalam dinamika politik nasional.

Salah satu isu yang sering terjadi adalah saling lempar tuduhan dan fitnah antarkandidat. Hal ini dapat menimbulkan polarisasi dan perpecahan di masyarakat. Selain itu, masih ada pula praktik politik uang yang dapat merusak demokrasi.

Untuk mewujudkan kedewasaan dalam berpolitik di Indonesia, diperlukan peran dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, partai politik, maupun masyarakat. Pemerintah perlu memperkuat penegakan hukum untuk mencegah praktik politik uang dan ujaran kebencian. Partai politik perlu memberikan pendidikan politik kepada kadernya agar dapat berpolitik secara santun dan bertanggung jawab. Masyarakat perlu meningkatkan literasi politiknya agar dapat bersikap kritis dan cerdas dalam memilih pemimpin.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mewujudkan kedewasaan dalam berpolitik:

  • Mencari informasi dari berbagai sumber
  • Membandingkan visi, misi, dan program calon
  • Berpartisipasi dalam diskusi politik
  • Mendukung proses demokrasi dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat

Kedewasaan dalam berpolitik merupakan salah satu kunci untuk mewujudkan demokrasi yang sehat dan berkualitas di Indonesia. Dengan pemahaman dan sikap yang tepat, masyarakat dapat berperan aktif dalam membangun bangsa yang lebih baik.

Kedewasaan dalam berpolitik memiliki dampak positif yang signifikan bagi bangsa dan negara. Berikut adalah beberapa dampak positif kedewasaan dalam berpolitik:

  • Meningkatkan kualitas demokrasi

Demokrasi yang sehat dan berkualitas dapat terwujud jika masyarakat memiliki pemahaman dan sikap yang tepat dalam berpolitik. Kedewasaan dalam berpolitik dapat mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi, baik dalam pemilihan umum maupun dalam mengawasi kinerja pemerintah.

  • Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa

Perbedaan pandangan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menimbulkan perpecahan dan polarisasi di masyarakat. Kedewasaan dalam berpolitik dapat mendorong masyarakat untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa dapat terjaga.

  • Meningkatkan kualitas pemerintahan
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline