Lihat ke Halaman Asli

Lintang Sukma Ningrum

Lahir di Yogyakarta

Strategi Survival UMKM Sambal di Tengah Pandemi

Diperbarui: 15 Oktober 2021   00:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokpri

Strategi Survival UMKM Sambal Di tengah Pandemi.

Sambal merupakan kata serapan dari bahasa Jawa sambel adalah istilah besar yang dalam kuliner Indonesia merujuk pada saus maupun kondimen pedas. Secara garis besar, sambal berbahan utama cabai yang dilumatkan sehingga keluar kandungan sari cabai dan ditambah bahan-bahan lain seperti garam dan terasi.

Sambal merupakan salah satu unsur khas hidangan Indonesia. Sambal juga ditemukan dalam kuliner Asia Selatan dan Asia Timur. Ada bermacam-macam variasi sambal yang berasal dari berbagai daerah. Salah satu contohnya adalah Sambel Teri.

Sambal dengan campuran teri ini membuat cita rasa pada makanan lebih terasa menggoyahkan, jika kalian ingin mencoba, bisa siapkan alat dan bahan pembuatannya.

Alat dan bahan yang dibutuhkan pun ternayat cukup banyak seperti Kompor, Gas, Penggorengan, Serok , Cobek, Alat tiris. Kemudian bahan yang diperlukan yaitu cabai merah, teri ,tomat, bawang putih, bawang merah,garam, kaldu jamur, daun jeruk.

Pembuatan Sambal Teri ini cukup memakan waktu, awal mula proses pembuatan yaitu Pencucian dan Penirisan bahan, Penggorengan, Haluskan semua bahan, Kemudian Penggorengan kedua, Pendinginan, Terakhir Pengemasan.

Sambel Teri ini banyak diminati oleh kalangan masyarakat di Indonesia tetapi setelah mencuatnya kabar virus Covid-19 ini, banyak UMKM yang terkena dampak akibat virus ini.

Sebagian besar UMKM terkena dampak pandemi covid-19 terutama pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

Tak terkecuali Penjualan Sambal Darkum di Jalan Taman KT 1/263 Yogyakarta.

"Walaupun bukan usaha besar, hanya usaha perorangan. Efek dari pandemi covid ini tetap ada pada usaha sambal saya" Ujar Ibu Sri Marhastuti

Pendiri usaha Sambal Darkum, Sri Marhastuti mengatakan, bahwa semenjak diberlakukannya PPKM,harus berhenti sementara karena tidak ada pesanan masuk sama sekali. Dirinya juga mengatakan “Saya bersyukur karena belum memiliki karyawan, hanya mengerjakan sendiri,dan dibantu oleh anak sendiri, jadi tidak harus memberhentikan karyawan di saat pandemi seperti ini”

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline