Lihat ke Halaman Asli

Membuang Berlian Demi Kerlapan Emas

Diperbarui: 2 Juni 2017   08:34

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Engkau tersenyum dibawah sinaran mentari di siang itu..

engkau datang dengan segala kemisteriusan yang tak pernah terbayangkan

menggenggam sepuntung bunga dan sebilah pisau

jika menatap seakan semua berpaling dari apa yang seharusnya..



Berkali-kali kuingat dengan keindahan yang pernah kutemui dikala itu..

namun pahit seakan berdampingan dengan keadaan

penyesalan seakan jadi teman dalam hidup

apa daya beginilah sebenarnya..



Hati sejuk nan damai dijiwa

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline