Lihat ke Halaman Asli

Latifah Maurinta

TERVERIFIKASI

Penulis Novel

Tanpa Batas

Diperbarui: 9 Agustus 2017   00:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

"Pagi Calisa..." sapa Tuan Calvin hangat. Mengecup kedua pipi Nyonya Calisa.

"Pagi Calvin."

Pipi wanita cantik blasteran Sunda-Belanda itu memerah. Ia salah tingkah. Nampan berisi dua cangkir teh sedikit bergetar di tangannya. Melihat itu, Tuan Calvin tertawa kecil. Mengelus pipi wanitanya.

"Sini aku taruh di meja," Tuan Calvin mengambil alih nampan itu. Meletakkannya di meja, di samping kanan laptopnya.

"Tumben kamu baca koran dulu. Biasanya pagi-pagi udah nulis." Nyonya Calisa berkomentar, melirik layar laptop milik suaminya.

"Aku ingin mengubah pola jam, Calisa. Bosan dengan rutinitas." balas Tuan Calvin.

"I see. Pantas saja kuperhatikan akhir-akhir ini waktu publish tulisanmu agak lain dari biasanya."

Pagi yang dingin itu berubah hangat karena sajian black tea dan sapaan ringan penuh cinta. Sekali lagi, Nyonya Calisa memperhatikan Tuan Calvin. Ikut membaca draf artikel yang ditulisnya.

"Kamu menulis tentang perasaan bosan dan cara mengatasinya?" tanya Nyonya Calisa.

"Iya. Terkadang rutinitas itu menjemukan. Menurutku, salah satu cara untuk mengatasi kebosanan adalah liburan. Lalu..."

"Mengubah urutan kegiatan." sela Nyonya Calisa.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline