Lihat ke Halaman Asli

Lanjar Wahyudi

TERVERIFIKASI

Pemerhati SDM

Begini 5 Langkah Menjadi Problem Solver

Diperbarui: 24 November 2020   05:35

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi (Sumber: www.pexels.com)

Apakah Anda pernah melihat seseorang yang nampak begitu ahli menyelesaikan sebuah masalah di lingkungan Anda? Bisa jadi itu di tempat kerja, dilingkungan tempat tinggal, diorganisasi, bahkan didalam rumah anda sendiri. 

Kemampuan menyelesaikan masalah adalah sebuah kompetensi, beruntunglah apabila Anda memilikinya, karena kompetensi ini akan membantu Anda meraih kesuksesan di dalam karir dan kehidupan Anda. Mau menjadi problem solver di lingkungan Anda?

Sejenak mari renungkan alam semesta ini, musim kemarau dibutuhkan untuk membuat tanaman memperbaharui beberapa bagian tubuhnya seperti dedaunan, akar, dan batangnya. Namun bila musim kemarau ini berkepanjangan maka yang terjadi adalah bencana. Tetapi tidak perlu kuatir, sebab Sang Pencipta telah menyediakan  solusinya yaitu hujan. Selama alam dijaga kelestariannya maka tidak akan terjadi bencana, justru setiap masalah sudah disediakan solusinya.

Seorang insinyur yang merancang sebuah robot las tahu persis bahwa laker-laker pada setiap joint akan aus dan rusak pada jam ke 20.000 sejak pertama kali dioperasikan. 

Maka ia menyiapkan solusi berupa pemberian pelumas khusus secara periodik setiap 20.000 jam sehingga robot itu baru akan membutuhkan pergantian laker  pada jam pemakaian ke 100.000.

Pabrik gembok tentu tidak hanya memproduksi gembok saja, mereka juga memproduksi anak kunci untuk setiap gembok yang dibuat. 

Bayangkan jika mereka hanya memproduksi gembok saja, maka sama saja dengan memproduksi masalah tanpa solusi. 

Memang saat ini gembok semakin canggih fiturnya, misalnya dengan password kombinasi angka yang menggantikan fungsi anak kunci, namun demikian kita garis bawahi bahwa pabrik gembok menyiapkan solusi.

Menjadi seorang problem solver atau penyelesai masalah bukanlah tergantung Anda keturunan siapa, atau Anda lulusan mana. Mungkin saja memang seorang yang menguasai kemampuan menyelesaikan masalah bisa menurunkan anak yang memiliki keahlian yang serupa, tapi ini seribu satu kejadian. Tetapi kompetensi ini bisa dipelajari oleh setiap orang yang ingin terus maju dan berkembang, sebab kemampuan ini terbentuk dari perpaduan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang dilatih terus menerus. Apa langkah kuncinya?

Langkah pertama adalah Anda harus mengembangkan pikiran kritis untuk bertanya, bertanya kepada diri sendiri maupun orang lain. Dengan berani bertanya maka Anda mulai mengurai benang kusut sebuah permasalahan. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline