Lihat ke Halaman Asli

Laila Husnah

Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Inggris Unair

Perubahan Gaya Hidup Akibat Pandemi, Berefek Buruk atau Justru Menguntungkan?

Diperbarui: 9 Juni 2022   16:56

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Suatu keadaan tertentu terkadang menjadi penyebab munculnya adanya perubahan di suatu masyarakat. Contohnya masyarakat Indonesia karena adanya pandemi, banyak hal perlu dilakukan sebagai bentuk adaptasi terhadap suatu keadaan yang baru. Sejak adanya Pandemi Covid-19 Masyarakat Indonesia mengalami kemunculan perubahan, ditandai dengan adanya gaya hidup baru. 

Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang semakin terlihat pasca pandemi adalah kewaspadaaan terhadap kesehatan contohnya penggunaan masker, selalu mencuci tangan setelah beraktivitas, rutin minum vitamin dan menjaga keseimbangan gizi pada makanan yang mereka konsumsi. 

Selain itu perangkat digital yang semakin berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari seperti penggunaan meeting melalui aplikasi secara online yang dulu jarang sekarang justru sebaliknya, menjadi suatu hal yang wajar terjadi. 

Begitupun budaya berbelanja masyarakat Indonesia yang dulunya harus datang ke toko secara langsung sekarang berkat adanya pandemi intensitas dalam pembelian melalui aplikasi online semakin meningkat dan hanya perlu menunggu pesanan untuk diantarkan. 

Bahkan aktivitas simple seperti menonton film juga mengalami perubahan, ketika berada pada waktu senggang sering kali yang dilakukan adalah menonton, didukung adanya pandemi yang dimana kita menjadi terbatas untuk keluar menyebabkan kejenuhan meningkat dan menonton menjadi salah satu alternatif untuk mengatasinya. 

Sebelumnya sudah pasti kita menggunakan media televisi sebagai sarana untuk menyaksikan hiburan maupun informasi terkini, lain halnya sekarang banyak platform online yang menyediakan tontonan yang banyak diminati masyarakat Indonesia seperti netflix, viu, wetv, dan disney hotstar. 

Adanya eksistensi perubahan gaya hidup baru adalah hal yang lumrah dan tidak dapat terhindarkan, di era teknologi 4.0. Manusia dituntut untuk cepat beradaptasi. 

Di era pandemi memaksa kita untuk menggunakan perangkat digital di berbagai aktivitas krusial. Hal itu sangat menguntungkan masyarakat Indonesia yang sebelumnya terhitung sulit menerima penggunaan teknologi khususnya di kalangan orang tua menjadi semakin cepat mengikuti dan beradaptasi pada keadaan. Karena dengan teknologi, aktivitas yang seharusnya tidak bisa dilakukan dan terhambat menjadi mungkin untuk dilakukan. 

Namun di setiap keadaan selalu memiliki sisi hitam dan putih, Pandemi juga banyak menghalau masyarakat untuk berkembang dan sulit beradaptasi di kondisi ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 mengalami penurunan sebanyak -2,07 persen. Adanya pandemi yang menyerang hampir seluruh dunia memberi dampak terhadap perekonomian Indonesia pada kuartal II tahun 2022. Pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial berskala besar (PSBB) untuk menekan meningkatnya angka penyebaran Covid-19 di masyarakat. 

Hal tersebut menyebabkan penurunan pendapat usaha yang ada di Indonesia. Penyebab kontraksi ekonomi salah satunya dari penurunan konsumsi. Penghasilan dari konsumsi di sektor transportasi udara sangat berdampak pada kontraksi yang dialami pada masa pandemi itu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline