Lihat ke Halaman Asli

Zainul Kutubi

Menceritakan sesuatu lewat tulisan

Tiga Tips untuk Millenial dalam Mengelola Keuangan

Diperbarui: 4 Oktober 2020   14:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Saving ilustration (sumber: undaw.co)

Tajuk mengenai generasi millenial selalu menarik untuk dibahas, dari berbagai macam aspek. Lantas siapa saja yang dikelompokkan ke dalam generasi millenial? Generasi millenial atau yang disebut dengan generasi Y adalah generasi yang lahir antara tahun 1981-2000, atau yang saat ini berusia 20-40 tahun.

Sejatinya memang tidak ada demografi khusus dalam menentukan kelompok generasi yang satu ini. Namun, banyak pakar mengelompokkan generasi ini lahir dalam rentang 1980 sampai 2000.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia usia 20 tahun hingga 40 tahun di tahun  2020 diperkirakan berjumlah 83 juta jiwa atau 34% dari total penduduk Indonesia yang mencapai 271 juta jiwa.

Aspek Ekonomi menarik untuk dibahas tak terkecuali di kalangan millenial. Bagaimana perilaku ekonomi kaum millenial? Karakteristik millenial? Hingga, peran millenial dalam sektor industry?

Banyak harapan yang ditumpukan kepada generasi ini dalam memberikan inovasi dalam bidang ekonomi. Karena millenial mempunyai karakter yang unik, hidup dan tumbuh bersama teknologi yang serba digital, yang pada akhirnya menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompetensi di segala bidang.

Menghasilkan SDM yang berkompetensi tidak bisa berjalan mulus jika para generasi ini tidak melek financial atau tidak bisa mengatur neraca keuangan mereka. Banyak stigma negativ yang di alamatkan kepada millenial mulai dari prilaku konsumtif, hingga perilaku life style yang kurang baik.

Berikut adalah tips untuk millenial dalam rangka mengelola keuangan :

  • Memilih dan memilah teman

Terkadang teman sangat mempengaruhi pola pikir kita dalam melakukan segala tindakan. Terutama yang berkaitan dengan ekonomi. Jika berteman dengan teman yang boros dalam mengatur dan mengelola isi dompet, kita akan terjerumus dalam lubang keborosan.

Lantas apa hubungannya dengan keuangan? Jelas ada, contohnya study kasus ini. Di kalangan millenial party dan staycation mungkin sudah lumrah terjadi sebagai bagian dari gaya hidup. Namun, sangat tidak lumrah jika hal tersebut dijadikan rutinitas.

Aktifitas tersebut tidak mungkin terjadi dengan sendirinya tanpa adanya pengaruh dari orang terdekat yang sudah pasti mempunyai hobby tersebut. Kemudian mempengaruhi pola pikir kita, dengan demikian life style atau gaya hidup pun meningkat diikuti dengan biaya pengeluaran yang sudah jelas meningkat.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline