Lihat ke Halaman Asli

Kris Banarto

TERVERIFIKASI

Pemerhati Bisnis dan Humaniora

Blue Ocean Strategy, Solusi Bisnis yang Kompetitif

Diperbarui: 29 Mei 2021   11:55

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi Blue Ocean Strategy dalam bisnis. Sumber: hippopx.com

Adalah Grup Lippo melalui PT Visionet Internasional yang cerdik membuka pasar baru yang belum dimasuki oleh perusahaan mana pun yaitu uang elektronik atau E-Money.

Ya, OVO menjadi pemimpin pasar bisnis uang elektronik terbesar dengan nilai $ 2.9 miliar dan termasuk perusahaan unicorn. OVO menguasai 37% pangsa pasar uang elektronik disusul dengan GoPay (17%) dan Bank Mandiri (13%).

OVO pertama kali diluncurkan tahun 2017, awalnya hanya bekerja sama dengan perusahaan satu grup yaitu Hypermart dan RS Siloam. Selanjutnya bermitra dengan Bank Mandiri, Alfamart, Grab, Moka dan Tokopedia.

Kini OVO telah menjangkau 303 kota di Indonesia, dengan 77% pengguna OVO berada di luar Jabodetabek. Pencapaian tersebut hendak menegaskan bahwa OVO sebagai salah satu solusi keuangan di Indonesia.

Apa yang dilakukan OVO tersebut dikenal dengan sebutan Blue Ocean Strategy atau strategi samudra biru. Sebuah bisnis dengan menciptakan ruang pasar yang benar-benar baru, tanpa ada pesaing.

Blue Ocean Strategy diperkenalkan oleh Prof. W. Chan Kim dan Prof. Renee Mauborgne, ditulis dalam buku setebal 315 halaman. Prof. Kim adalah guru besar Strategi dan Manajemen Internasional di INSEAD dan pernah mengajar di Michigan Business School.

Prof. Mauborgne juga guru besar di INSEAD, aktif menulis artikel di jurnal internasional, majalah dan media massa. Tidak lama setelah bukunya terbit keduanya dinobatkan sebagai "Two of Europe's Brightest Business Thinkers" oleh Sunday Times.

Kim dan Mauborgne (sumber Blueoceanstrategy.com)

Samudra atau Ocean sebagai gambaran pasar yang luas dan dalam. Oleh mereka pasar dibagi menjadi dua yaitu Red Ocean atau samudra merah dan Blue Ocean atau samudra biru.

Red Ocean Strategy

Red Ocean atau samudra merah mewakili semua industri yang ada saat ini. Sebuah pasar yang sudah dikenal oleh para pebisnis. Perusahaan berkompetisi untuk mengalahkan pesaing. 

Namun, ketika banyak pemain masuk, maka pasar semakin sesak yang mengakibatkan keuntungan menurun dan mengubah samudera merah menjadi samudra penuh darah.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline