Lihat ke Halaman Asli

Kris Banarto

TERVERIFIKASI

Pemerhati Bisnis dan Humaniora

Strategi Perencanaan Bisnis dengan Matriks BCG

Diperbarui: 1 April 2021   20:23

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi Perencaaan Bisnis | Sumber: Gerd Altmann via Pixabay.com

"Di antara sekian banyak ilmu menuju sukses, maka ilmu mengelola risiko harus diutamakan agar kita tahu beda investasi dan berjudi"

Demikian salah satu quote bisnis yang berisi pesan pentingnya mengelola risiko. Yah, risiko harus diantisipasi jangan sampai terlambat mengambil tindakan yang akan berakibat fatal pada perusahaan.

Perusahaan yang mempunyai produk beragam atau memiliki banyak unit usaha, melakukan analisis dan membuat strategi perencanaan merupakan sesuatu yang mutlak.

Matriks BCG

Matriks BCG (Boston Consulting Group) di desain untuk membantu dalam penyusunan strategi perencanaan perusahaan. Mengetahui peluang pertumbuhan, mengembangkan produk, menentukan investasi yang prospektif. Namun, juga dapat menutup suatu produk atau unit usaha.

Konsep matriks ini dikembangkan oleh Bruce Henderson pada tahun 1970-an. BCG yang menjadi nama konsep itu merupakan perusahaan konsultan manajemen yang cukup terkenal. Matriks BCG juga berkaitan erat dengan Product Life Cycle (PLC) atau siklus hidup produk.

Matriks terdiri dari 4 kuadran, arah vertikal ke atas merupakan Market Growth Rate (tingkat pertumbuhan pasar) dari lemah ke tinggi. Dan arah horizontal ke kanan adalah Relative Market Share (pangsa pasar relatif atau pembagian pasar) dari tinggi menuju lemah.

sumber: konsultanmanajemenusaha.com

Ke 4 kuadran tersebut adalah:

1. Dogs (anjing)

#Ciri: pertumbuhan pasar dan market share rendah

Dogs atau anjing merupakan hewan peliharaan yang memerlukan perawatan, pengawasan dan membutuhkan biaya. Demikian pula produk dalam kuadran ini banyak pengeluaran, namun pemasukan terbatas. Atau besar pasak daripada tiang.

Produk atau unit usaha dalam kategori ini baik pertumbuhan pasar maupun pangsa pasar menunjukkan pelemahan. Sehingga perusahaan tidak dapat mengharapkan dari bisnis ini.

#Contoh, bisnis jual beli pulsa, yang mulai ditinggalkan pelanggan, karena bisa membeli pulsa sendiri secara online. Atau Kantor Pos yang harus melakukan diversifikasi (membuat produk yang berbeda)  kalau ingin bertahan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline