Lihat ke Halaman Asli

Yudho Sasongko

UN volunteers, Writer, Runner, Mountaineer

Falling in Love Every Single Day

Diperbarui: 29 April 2020   10:23

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pexels/Pok Rie

Ayat-ayat pilihan Ramadan bagian-10

Surah Ali Imran 91

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati, sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. 

Kuantitas cinta kita kepada Tuhan

Sejenak ngaji kepada pesantren Hollywood tentang sebuah makna tamyiz mufrod (quantifier) atau takaran-takaran yang dalam bahasa Inggris sering digunakan untuk memberi keterangan kuantitas kata benda (noun) yang bergenre uncountable noun atau kata benda yang tak dapat dihitung. Flm yang berjudul 50 First Dateadalah film Hollywood lawas (2004).

Sebenarnya film ini tak ada hubungannya dengan kaidah tamyiz mufrod. Bilangan 50 (cardinal numbers) pada 50 Fist Dates berfungsi sebagai quantifier untuk sebuah countable noun kata "dates" (kencan).

Namun pelajaran kemanusiaan di dalamnya sarat dengan kaidah tamyiz mufrod, ya, tentang takaran (quantifier) untuk kata benda "cinta" yang takarannya harus menggunakan "quantifier" yang berjenis "tamyiz mufrod".

Dalam film tersebut nampak bagaimana sang pecinta, Henry Roth (Adam Sandler) seorang dokter hewan laut berusaha untuk jatuh cinta berkali-kali kepada Lucy Whitemore (Drew Barrymore), sang pengidap Goldfield Syndrome.

Sindrom ini adalah sebuah amnesia akut jangka pendek (amnesia anterograde), penderita hanya mampu mengingat kejadian sehari saja, dan setiap esok harinya setelah terbangun dari tidur, lupa dari segala kejadian kemarin hari.

Pecinta berusaha sekuat tenaga untuk menjadikan sang kekasih jatuh cinta berkali-kali. Artinya, Henry Roth harus berusaha sekuat tenaga membuat si Lucy jatuh cinta tiap hari, karena si Lucy hanya mampu menampung cinta dalam memori otaknya dalam satu hari saja. Esok harinya dipastikan lupa orang yang dicintainya hari ini.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline