Lihat ke Halaman Asli

Khoirul Taqwim

Mahasiswa Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta

Pemuda Dingin Tanpa Suara

Diperbarui: 6 Juli 2022   23:07

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pagi cerah bersama kicauan burung

Udara masih berembun sejukkan hati

Sementara matahari masih malu-malu berjumpa pagi hari

Suara pagi bersama pepohonan yang rindang

Tiba-tiba ada suara keras dari sudut ruang Kadipaten "Romo putri anake panjenengan iii iii ical"

Adipati berdebar jantung semakin kencang

Mendengar kabar putri satu-satunya hilang

Selaksa pohon yang di sambar petir dan tumbang

Kondisi Kadipaten semakin memanas

Adipati segera mengambil tindakan tegas

Membuat sayembara "sopo wonge seng iso nemokne putriku nah sek joko tak pek mantu, tapi nah wes ra joko utowo wong wadon tak pek sedulur"

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline