Lihat ke Halaman Asli

Bank Indonesia sebagai Mediator Isu Utang Indonesia

Diperbarui: 14 Maret 2019   09:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di Dunia. Berdasarkan Luas wilayah yang dimiliki, Indonesia menempati urutan ke 14 dengan luas wilayah terbesar di dunia. Indonesia dikelilingi oleh 5 pulau besar dan ribuan pulau kecil yang terbentang dari sabang sampai merauke. 

Dengan 250 juta penduduk, 1.340 suku bangsa dan 300 kelompok etnik yang beragam menjadi figur yang menjadi faktor utama dalam menentukan kemajuan negara Indonesia. Kekayaan alam melimpah yang dimiliki Indonesia menjadi andalan untuk meningkatkan perekonomian. 

Akan tetapi, ketika suatu negara hanya mengadalkan sumber daya alam dalam meningkatkan perekonomian negara tanpa dibarengi dengan soft skill pada sumber daya manusia yang ada di Indonesia, maka keadaan ekonomi negara tersebut akan perlahan menurun. 

Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, merupakan negara yang bergerak pada hasil pertambangan,pertanian, perkebunan dan perikanan. Indonesia juga bergerak pada sektor Industri dan teknologi.

Hingga saat ini kualitas Industri terkhusus pada sektor teknologi Indonesia,belum mampu bersaing dengan negara lain. Pada sektor pertambangan terkhususnya pada tambang minyak bumi, hingga saat ini sumber daya manusia yang dimiliki oleh Indoensia belum mampu untuk mengolah minyak mentah menjadi bahan bakar minyak. 

Indonesia dalam pengolahan minyak mentah kerap kali melakukan ekspor keluar negeri untuk diolah dan membeli kembali dalam bentuk bahan bakar minyak seperti premium, pertalite dan lainnya. 

Ketidakmampuan sumber daya manusia Indonesia membuat negara Indonesia Stagnan pada negara berkembang. Keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki oleh Indonesia membuka peluang warga negara asing untuk masuk dan bekerja di Indonesia.

Keterbatasan Sumber daya manusia juga menyebabkan besarnya biaya dalam membangun suatu infrastruktur diIndonesia. Sehingga, ketika Indonesia kekurangan modal dalam pembangunan infrastruktur, maka Indonesia akan melakukan pinjaman luar negeri (utang). 

Berdasarkan data yang dikeluarkan, posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir kuartal IV-2018 tercatat US$376,8 miliar atau sekitar Rp5.275 triliun(kurs Rp14.000/dolar AS). 

Utang tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$186,2 miliar, serta utang swasta termasuk BUMN sebesar US$190,6 miliar. Adapun faktor penyebab meningkatnaya atau menurunnya utang luar negeri Indonesia secara umum yaitu karena adanya defisit transaksi berjalan. 

Defisit transaksi berjalan adalah perbandingan antara jumlah pembayaran yang diterima dari luar negeri dan jumlah pembayaran ke luar negeri. Kedua, disebabkan karena adanya peningkatan kebutuhan investasi. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline