Lihat ke Halaman Asli

Kang Win

Penikmat kebersamaan dan keragaman

Pramuka, Gerakan Menabur Benih Kebaikan yang Nyaris Terlupakan

Diperbarui: 14 Agustus 2020   08:26

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok. Pribadi.

Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase
Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase
Arafabye aswarakwar
Arafabye aswarakwar

Itu adalah lirik lagu daerah Papua yang berjudul Apuse. Saya mengenal lagu itu di awal-awal saya berseragam Pramuka di kelas 1 SMP. Apuse hanyalah satu dari banyak lagu daerah yang biasa kami nyanyikan dalam kegiatan Pramuka.

Lewat kegiatan Pramuka, saya juga bisa bertemu dengan kawan-kawan dari berbagai daerah. Berkenalan dengan mereka sekaligus mengenal budaya mereka. Sejak itu, keberagaman budaya Nusantara menjadi keindahan tersendiri bagi saya. Dan saya menikmatinya. Saya menjadi penikmat keberagaman.

Selepas usia Penggalang, saya masuk kelompok usia Penegak kemudian Pandega. Saya memilih Saka Wanabakti, salah satu satuan karya Pramuka, yang dibina oleh Departemen Kehutanan RI dan Perum Perhutani.

Di Saka Wanabakti ini saya banyak mendapat pengalaman berharga. Pengalaman berorganisasi juga beberapa prestasi baik prestasi tim maupun individu.

Tim kami yang mewakili Kabupaten Bandung, berhasil menjuarai Giriwana Rally dalam penyelenggaraan perdana di tahun 1985. Atas prestasi itu kami dikirim mewakili Jawa Barat mengikuti “Napak Tilas Pasukan Wanara”, berjalan kaki selama 3 hari dari Wonosalam di Jombang sampai ke Punten di Malang.

Secara individu saya pernah mengikuti Kursus Kader Konservasi Sumber Daya Alam yang diselenggarakan Departemen Kehutanan RI bekerja sama dengan IPB.

Di akhir kursus itu saya dinobatkan sebagai peserta terbaik. Pada hari yang sama saya terpilih sebagai Sekjen Forum Komunikasi Kader Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Barat.

Pulang dari Kursus itu saya terpilih sebagai Ketua Dewan Kerja Saka Wanabakti Kabupaten Bandung. Pada posisi ini, saya ditunjuk sebagai Ketua Panitia sekaligus Bupati Perkemahan dalam Perkemahan Saka Wanabakti yang merupakan kegiatan pendukung dalam Puncak Pekan Penghijauan Nasional (PPN) ke 26 tahun 1986 di Arjasari Kabupaten Bandung yang diresmikan oleh Presiden Soeharto.

Saya sengaja nenuliskan beberapa pencapaian di atas, bukan untuk pamer prestasi, akan tetapi untuk memperlihatkan betapa Gerakan Pramuka telah mewarnai perjalanan hidup saya.

Berkat keaktifan saya dalan kepramukaan khususnya Saka Wanabakti, dalam diri saya tumbuh ketertarikan yang kuat terhadap masalah lingkungan meski latar belakang pendidikan saya bidang ekonomi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline