Lihat ke Halaman Asli

KAMIL ICHSAN

TERVERIFIKASI

Socio Hippies

"Zero Sampah", Upaya Tingkatkan Potensi Wisata Daerah

Diperbarui: 1 Maret 2018   00:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Relawan kebersihan TIM GBBS | Foto: Kamil Ichsan

Hujan deras turun sejak subuh, bukit pramas yang rimbun hilang tertutup kabut. Akan tetapi, satu demi satu para relawan tetap datang untuk berkumpul dalam upaya menyukseskan perhelatan Sail Selat Karimata 2016, di Kayong Utara, Sabtu (15/10).

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) melalui Satgas Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS), bekerja sama dengan Komunitas Ekplore Kayong Utara, Karimata Foundation dan Pemerintah Kayong Utara, mengerahkan kurang lebih 380 orang relawan kebersihan "Tim GBBS".

Para relawan kebersihan adalah anak muda yang berasal dari Kabupaten Kayong Utara. Ada yang berasal dari Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir sampai Teluk Betung.

Relawan sedang membersihkan disepanjang pantai Datok, Desa Sukadana | Foto: Kamil Ichsan

Ketertarikan mereka ikut bergabung menjadi relawan sangat beragam, di antaranya ada yang ingin menambah pengalaman dalam aktivitas sosial, ada pula yang ingin memotivasi diri sendiri agar lebih peduli terhadap lingkungan.

"Seru kak, bisa ketemu banyak teman, terus untuk memotivasi diri juga kak," ungkap Ari Wibowo, salah satu relawan kebersihan Tim GBBS dari Sukadana.

Antusiasme anak muda Kayong Utara yang ingin terlibat menjadi relawan sangat tinggi, hal ini terlihat dari membludaknya pelamar saat program dibuka. Target yang awalnya hanya akan merangkul 200 orang, ternyata melampaui perkiraan.

Foto: Kamil Ichsan

Menurut Rian, Ketua Komunitas Eksplore Kayong Utara, "Target awal kita sekitar 200 orang, dan ternyata hampir 600-an pendaftar. Terpaksa kita pecah dengan membagi ke bidang lain," ujarnya.

Para relawan telah bertugas sejak H-2 sampai H+1 puncak acara Sail Karimata digelar. Selain membantu menjaga kebersihan, mereka juga menjadi duta gerakan budaya bersih dan senyum bagi para wisatawan.

Semangat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat diperlukan guna membuat wisatawan betah dan mau berkunjung kembali.

Sampah yang telah dipungut kemudian dikumpulkan untuk diangkut. | Kamil Ichsan

Selaras dengan semangat yang diberikan para relawan, Dra. Musyarafah Machmud, M.A, selaku Wakil Ketua Satgas GBBS, menerangkan, "Kalo pantainya bersih tanpa sampah, nantinya wisatawan akan betah datang ke sini. Makanya, mulai sekarang harus dibiasakan peduli dengan lingkungan di sekitar kita". Ujarnya, saat melakukan koordinasi dengan relawan, Jum'at (14/10).

Mereka kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok untuk kemudian disebar ke beberapa titik keramaian di mana produksi sampah terjadi. Relawan akan bergerak mulai dari Pantai Datok sampai Pasar Rakyat di area Sail Selat Karimata.

H-1 menjelang acara puncak Sail Karimata 2016 | Foto: Kamil Ichsan

"Pos-pos penyebaran titik para relawan telah dilakukan, relawan telah siap dan akan disebar. Mereka akan menyisir sampah di pesisir pantai sampai ke dalam pasar," terang Rizal, Ketua koordinator relawan kebersihan.

Dampak positif dari apa yang telah relawan kebersihan lakukan tidak semata-mata untuk perhelatan Sail Selat Karimata saja, lebih luas lagi maanfaatnya dapat dirasakan untuk pariwisata Kayong Utara.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline