Lihat ke Halaman Asli

Zahrotul Mujahidah

TERVERIFIKASI

Jika ada orang yang merasa baik, biarlah aku merasa menjadi manusia yang sebaliknya, agar aku tak terlena dan bisa mawas diri atas keburukanku

Lima Penerapan Strategi Komunikasi yang Efektif dalam Pembelajaran di Tingkatan SD

Diperbarui: 8 November 2020   14:30

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi: siedoo.com

Selama pembelajaran guru dituntut bisa memberikan bimbingan baik dalam penguasaan materi pelajaran maupun kejiwaan ---psikis--- siswa. Bila di tingkatan SMP-SMA/ sederajat, bimbingan kejiwaan/konseling dibantu oleh Guru BK. Lalu bagaimana di tingkatan SD?

Guru Kelas ---sebutan untuk guru yang mengajar di SD--- merupakan profesi multi fungsi. Mereka memberikan materi pelajaran dari PPKn, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, SBdP (Tematik), Matematika dan muatan lokal ---bahasa daerah---. Lumayan berat bebannya.

Seperti yang saya kemukakan di awal bahwa beban guru SD masih ditambah memberikan bimbingan konseling. Tak mudah, tetapi itu menjadi tanggung jawabnya. Meski lelah, Guru Kelas selalu berusaha dekat dengan siswa.

Cara yang dilakukan adalah membangun komunikasi yang efektif dengan siswa dan orangtua/wali. Tak semua guru bisa berhasil berkomunikasi secara efektif dalam pembelajaran karena perbedaan karakter atau keunikan siswa.

Beruntunglah sejak kuliah, guru sudah belajar mengenai Psikologi Pendidikan. Jadi guru mau tak mau ya harus siap memperbaiki karakter siswa yang negatif.

Apa itu Psikologi Pendidikan?

Menurut Siti Partini Suardiman menyatakan bahwa Psikologi Pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang menyelidiki gejala-gejala kejiwaan individu di dalam situasi pendidikan. (Tim Penulis Buku Psikologi Pendidikan FIP-IKIP Yogyakarta, hal 16).

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana sih cara menerapkan strategi komunikasi yang efektif agar bisa sukses dalam pembelajaran? Saya yakin para guru sudah hafal cara penerapannya. Dan langkah ini bisa juga dipelajari oleh para orangtua yang masih membimbing putra-putrinya dalam BDR atau pasca BDR nantinya.

Dari Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan terbitan Dirjen GTK Kemdikbud tahun 2018 pada Kelompok Kompetensi F halaman 59-61, ada lima hal yang bisa mengefektifkan strategi komunikasi dalam pembelajaran. Komunikasi dalam berbagai aspek kehidupan memang menjadi penentu kelancaran sebuah proses. 

Pertama, Respect yaitu sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang disampaikan oleh guru. (Hal. 59) Ketika melakukan hal ini, bahasa yang dipergunakan harus sesuai kemampuan siswa. Istilah sulit sebisa mungkin diminimalkan. Bagaimanapun kosakata siswa SD masih sangat terbatas.

Dari halaman yang sama, ada Emphaty yaitu pengaruh dan interaksi di antara kepribadian-kepribadian. Dalam hal ini guru harus bisa "merasakan ke dalam" hati/pikiran siswa. Dengan merasakan ke dalam tadi, akan terjadi kedekatan antara guru dan siswa sehingga siswa akan mudah dan nyaman dalam belajar. Jika nyaman belajar maka proses pembelajaran akan lancar.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline