Lihat ke Halaman Asli

Mbah OONE

Swasta

Isih Enak Zamanku To

Diperbarui: 30 Mei 2017   08:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Fenomena ini sebenarnya kalau kita orang berwawasan maju dan melek teknologi sebenarnya nggak masuk akal, tapi kalau kita lihat yang berkembang di masyarakat awam ternyata sebaliknya. Isih Enak Zamanku To (sebenarnya menggambarkan pemerintahan orde baru) yang katanya sangat korup dan banyak menghilangkan banyak orang, tapi kok aneh ya masyarakat awam malah mengatakan hal yang bertentangan. 

Memang sih kala itu media belum sehebat sekarang, karena memang semuanya di ratas oleh penguasa zaman itu dan orang yang berhaluan kiri pasti tak terdengar suaranya lagi, karena mungkin ada yang mengatasinya sendiri. Memang semuanya ada baik dan buruknya, yang penting semua masyarakat nyaman dan damai, kalau semua golongan dan kelompok ingin dipahami semua bisa jadi kacau balau.

Dari gambaran diatas kita semua pasti bisa mengambil hikmah dari semuanya bahwa yang diperlukan oleh masyarakat hanya nyaman dan damai ketika mereka melakukan aktifitas kehidupan dimana saja walau mempunyai golongan dan kepercayaan yang berbeda-beda. Dan kebetulan sekali waktu zaman itu penguasa sangat mengutamakan tentang Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI sehingga semua golongan dan kelompok yang bertentangan dengan Ideologi Pancasila di hilangkan dari sabang sampai merauke, sehingga tak ada kelompok ataupun golongan yang melenceng satupun juga.

Apa sih sebenarnya yang salah dengan zaman reformasi sekarang ini ?

Padahal masyarakat sekarang ini semua serba mudah mendapatkan informasi, hampir semua orang punya kendaraan atau mobil, mudah untuk berhaji atau umroh dan bebas berbicara ngalor ngidul dan bahkan bebas makan apa saja dari anak yang baru lahir sampai orang jompo, tapi masyarakat kok masih bilang enak zaman sebelum reformasi ya? aneh memah masyarakat Indonesia.

Negara 1000 dogeng yang loh jinawi memang benar-benar membingungkan masyarakatnya, gara-gara reformasi semua jadi mudah dan semua orang bebas ngomong tapi ternyata malah menginginkan sesuatu yang lain dan mungkin gara-gara semua diatur pemerintah secara persuasif tapi kenapa masyarakatnya menginginkan yang seperti itu ?

Saya sendiri sedikit menghamini msyarakat awam kalau berpikir seperti itu karena secara hati saya merasa nyaman ketika zaman sebelum reformasi, karena tak banyak orang yang berbicara lewat media secara bebas tentang ideologi negara yang menyebabkan negara ini selalu bergejolak dan terjadinya bom disana sini karena uu persuasif sudah di hapus oleh wakil kita sendiri yang ada di parlemen.

Maka pemerintah harus membuat uu yang tegas tentang negara ini tentang :

1. Bahwa pemerintah tak dapat membredel media yang dianggap masyarakat nasional maupun internasional kredibel di negara kita.

2. Semua kelompok dan golongan yang tidak mau mengakui UUD'45, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI ( tak mau menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hormat Bendera dan mengakui, suku, bahasa daerah yang beribu-ribu dari sabang sampai merauke) harus langsung digebuk aparat baik Polri maupun TNI karena menyebabkan masyarakat merasa tidak nyaman tinggal dan hidup di tanah airnya sendiri (jangan sampai istilah "Isih Enak Zamanku To" pemikiran ini terus melebar di masyarakat)

3. Media Sosial ataupun media online dan media elektonik dan cetak yang lainnya, jika tidak mau memfilter tentang berita kebencian dan HOAX, Polri langsung menyegel saja tanpa ada proses yang bertele-tele.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline