Lihat ke Halaman Asli

IP Man 3: Filosofi Sayang Istri

Diperbarui: 4 April 2017   17:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 

 Salah satu adegan dalam film IP Man 3 (weekender.com.sg)

Entah mengapa, saat menonton seri film IP Man (baca: Yip Man) yang diperankan aktor Donnie Yen rasanya diri ini tidak pernah bosan. Selain menyajikan aksi bela diri yang atraktif, karakter IP Man yang pada masanya benar-benar ada (bukan karakter fiktif) sepertinya juga menambah nilai kemenarikan film ini.

Sebagai penggemar seri IP Man, tentu saya tak ingin melewatkan film IP Man 3 yang disutradarai oleh Wilson Yip. Sabtu (9/1/2016) lalu, akhirnya saya menonton film itu bersama istri. Menurut saya, IP Man 3 menyajikan sesuatu yang berbeda dibanding dua seri sebelumnya. IP Man 3 terasa lebih komplet. IP Man 1 dan 2 lebih banyak menampilkan adegan laga seni bela diri Wing Chun. Di samping itu, kedua seri terdahulu lebih memfokuskan pada karakter IP Man sebagai seorang ahli bela diri Wing Chun dan bagaimana perkembangan kariernya hingga mampu membuka sebuah perguruan.

Dalam IP Man 3, coverage film terasa lebih luas. Film yang pertama kali dirilis di Hong Kong pada 24 Desember 2015 ini seakan lebih dewasa dengan memberi ruang lebih banyak pada plot dramanya. Jadi tidak sekadar lihat film gebuk-gebukan saja. Buktinya, penonton dapat memahami karakter IP Man tidak hanya sebagai ahli bela diri, tapi juga sebagai sosok ayah yang melindungi anaknya dan suami yang sayang istri.

Sutradara Wilson Yip cukup lihai menjaga keseimbangan antara porsi adegan laga dan drama. Tujuannya tentu sangat jelas. Memainkan emosi dan perasaan penonton saat menikmati film tersebut. Di saat tertentu, penonton terhibur saat IP Man menghajar para musuhnya. Di sisi lain, penikmat film dibuat tersentuh dengan pengorbanan IP Man menjadi sosok suami yang menyayangi sang istri Cheung Wing-Sing (diperankan Lynn Hung) di mana kondisi kesehatan sang istri terus menurun.

Salah satu adegan dalam film IP Man 3 (wekeender.com.sg)

Kesetiaan IP Man kepada Wing-Sing terbukti saat IP Man mengabaikan tantangan terbuka pria yang juga ahli Wing Chun, Cheung Tin-Chi (Max Zhang). IP Man merisikokan anggapan publik terhadap reputasinya sebagai master Wing Chun dengan tidak menghadiri tantangan tersebut. IP Man malah asik berdansa dengan sang istri demi menyenangkan hatinya. Pasalnya, sang istri sudah divonis menderita kanker dengan masa hidup diperkirakan selama enam bulan. Sikap IP Man yang lebih mengutamakan keluarga ketimbang karier ini patut dicontoh seluruh suami di dunia.

Namun demikian, di tengah kondisi kesehatan yang kian memburuk, sang istri memahami karakter suaminya. Wing-Sing akhirnya mengizinkan IP Man meladeni tantangan Cheung Tin-Chi demi membela kehormatannya sebagai seorang master Wing Chun. Menurut Wing-Sing, kebahagiaan suaminya adalah kebahagiaannya juga. Jadi sikap tidak egois dengan memahami situasi yang dihadapi suami ini juga tampaknya perlu diterapkan para istri hehehe…..

Emosi dan pesan moral yang coba disampaikan sutradara bisa dibilang berhasil menyentuh hati penonton. Buktinya, istri saya yang duduk di sebelah sempat menangis. Pun demikian dengan pria di belakang saya. Samar-samar, cukup geli juga mendengar isak tangis haru tapi berasal dari seorang pria hehehe. Saya sendiri…. Ya saya cukup merasa ada sedikit kadar menyentuh dalam film ini. Intinya, cukup berhasil lah memainkan emosi penonton.

Dan yang paling saya suka dalam keseluruhan film adalah kutipan kalimat yang diucapkan IP Man usai mengalahkan Cheung Tin-Chi. IP Man berkata, “Sebenarnya yang paling penting adalah cinta orang-orang yang mendampingimu.” Kalimat ini diucapkan IP Man merujuk figur istri yang juga setia mendampinginya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline