Lihat ke Halaman Asli

Istanti Surviani

Ibu rumah tangguh yang suka menulis

Jalan-Jalan Berburu Sayuran, Cara Chill and Heal Murah Meriah

Diperbarui: 29 April 2023   00:08

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Chill and Heal ke kebun sayuran milik petani dekat rumah. Foto: Dokpri

Kata atau istilah chill and heal banyak dijumpai di media sosial. Anak-anak generasi milenial kerap menggunakan istilah ini dalam komunikasi sehari-hari. Sering pula netizen memasang status chill and heal di media sosial mereka.

Dalam bahasa Inggris, "chilling" artinya dingin atau bersantai. Sedangkan, "healing" memiliki arti penyembuhan. Dalam bahasa gaul, chilling and healing bermakna pada kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi rasa stres dan menenangkan pikiran.

Chilling and healing bisa dilakukan dengan berbagai cara. Kegiatan-kegiatan yang membuat seseorang menjadi tenang dan senang baik yang berbiaya murah ataupun mahal juga termasuk chilling and healing. Bisa dengan menonton film, membaca buku, mendengarkan musik, melukis, jalan-jalan, olahraga, pengajian, seminar, baca Alquran, dll.

Chilling and healing bisa dilakukan oleh siapa saja. Tentunya, masing-masing orang berbeda-beda dalam mengatasi stres disesuaikan dengan minat, bakat, kesempatan, dan juga isi dompet. Tidak perlu dipersoalkan. Yang penting kesehatan mental bisa terjaga, pikiran jadi tenang, konsentrasi  meningkat, dan emosi jadi seimbang. Chilling healing juga tidak berbahaya asal dilakukan dengan tepat dan tidak berlebihan.

Saya memilih chilling and  healing dengan cara jalan-jalan di sekitar perumahan tempat saya tinggal. Menikmati keindahan alam perbukitan di daerah Bandung Barat. Di sekitar rumah saya masih terbentang luas lahan pertanian sayur-sayuran. Bahkan lokasi kebun petani ada yang berbatasan langsung dengan kompleks perumahan.

Mereka ada yang menanam kol, kangkung, bayam, tomat, kacang panjang, selada kepala, terong ungu, terong hijau, brokoli, bunga kol, cabe, labu siam, dll. Ada juga petani yang menanam jeruk.

Foto: Dokpri

Setelah penat berkegiatan dari hari Senin sampai Jumat, hari Sabtu atau Minggunya saya dan suami sengaja bermotor ria naik ke kampung yang letaknya lebih atas. Sambil menikmati udara segar khas pegunungan, sambil mencari-cari siapa tau sada petani yang lagi panen sayur. Bisa beli langsung di tempat. Segar dan tentu lebih murah harganya.

Foto: Dokpri

Dalam sekali jalan-jalan, saya bisa bertemu 2-3 petani yang sedang panen. Saya membeli tomat, terong, atau cabe masing-masing 10 ribu. Saya bilang ke petani sedapatnya saja dengan harga segitu, karena memang untuk senang-senang saja dan untuk konsumsi sendiri.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline