Lihat ke Halaman Asli

Irwan Rinaldi Sikumbang

TERVERIFIKASI

Freelancer

Bangga Buatan Indonesia dan Kejengkelan Presiden Jokowi

Diperbarui: 1 April 2022   20:30

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Presiden Joko Widodo|dok. Biro Pers Sekretariat Presiden, dimuat detik.com

Kejengkelan Presiden Joko Widodo tentang kebandelan para pejabat yang susah diajak untuk mengutamakan produk dalam negeri ketimbang produk impor, akhirnya "muntah" juga.

Hal itu terjadi pada saat Presiden memberikan pengarahan di depan para menteri, kepala lembaga, kepala daerah, dan direktur utama BUMN tentang aksi afirmasi program "Bangga Buatan Indonesia" di Bali (25/3/2022).

Presiden menyebut nama sejumlah kementerian yang masih saja membeli barang impor, padahal barang yang sama sudah diproduksi di dalam negeri.

Contoh barang yang dimaksud Presiden, antara lain adalah pembelian CCTV, pakaian seragam dan sepatu tentara/polisi, tempat tidur untuk rumah sakit, dan traktor pertanian.

Perlu diketahui, anggaran pengadaan barang tersebut jumlahnya sangat besar, baik yang menjadi kewenangan pusat maupun daerah.

Tentu saja, dengan lebih banyak membeli produk impor, berarti menguras devisa. Padahal, jika dibelanjakan di dalam negeri, akan mendatangkan multiplier effect, yang menguntungkan bagi banyak pihak.

Pihak tersebut mulai dari supplier bahan baku, manajemen dan karyawan dari perusahaan produsen, pedagang perantara, dan sebagainya.

Keuntungan pihak-pihak yang terkait di atas, sebagian akan kembali ke kas negara melalui setoran pajak penghasilan dan jenis pajak lainnya.

Ya, semoga saja pada masa mendatang, para pejabat yang telah "dijewer" Presiden di atas, lebih memperlihatkan keberpihakannya pada produk domestik.

Tapi, menarik pula mengamati komentar anggota DPR dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mustafa Kamal, terhadap kejengkelan Presiden Joko Widodo di atas.

Mustafa menyampaikan keprihatinannya karena hal itu merupakan kegagalan afirmasi dalam mencintai produk dalam negeri (Detik.com, 29/3/2022).

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline