Lihat ke Halaman Asli

Irwan Rinaldi Sikumbang

TERVERIFIKASI

Freelancer

Waspada Omicron, Jangan Anggap Enteng dengan Gejalanya yang Ringan

Diperbarui: 12 Februari 2022   05:10

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron, gejala Omicron Covid-19.(Shutterstock/G.Tbov)

Seorang teman datang bertamu ke rumah saya, Minggu (6/2/2022) lalu. Ia menceritakan tentang kegiatannya suami istri yang biasanya membuka warung nasi kecil-kecilan, sekarang terpaksa tutup karena sangat sepi.

Saya yang memang rutin mengikuti perkembangan kasus Covid-19 di Jakarta, tidak heran. Menurut saya, sekarang banyak orang yang mengurangi keluar rumah dan juga berhati-hati dalam membeli makanan di warung nasi kecil.

Artinya, banyak orang yang mulai dilanda kecemasan dan waspada omicron, varian baru dari Covid-19 yang sudah masuk ke negara kita dan cepat sekali menularnya.

Hal ini didukung oleh data jumlah pasien yang terpapar Covid-19 di Jabodetabek yang meningkat sangat tajam. Bahkan, kusus untuk DKI Jakarta sudah mengalahkan rekor harian tertinggi sewaktu gelombang kedua Juli 2021 lalu.

Ketika itu virus yang banyak menular adalah varian delta dan rekor tertinggi di Jakarta terjadi pada 12 Juli 2021 dengan penambahan 14.619 kasus dalam sehari.

Awal Februari 2022 ini yang disebut sebagai gelombang ketiga dengan varian omicron yang diduga mendominasi, terjadi pemecahan rekor, di mana pada 6 Februari 2022 penambahan dalam sehari di Jakarta mencapai 15.825 kasus.

Kembali ke kisah teman saya tadi, karena terlihat agak lemes, saya bertanya apakah ia sehat-sehat saja? 

Nah, sekarang saya pun cemas karena teman tersebut mengaku lagi nyeri tenggorokan. Istrinya juga lagi demam dan istirahat di rumah.

Saya makin menjaga jarak dan merapatkan masker. Teman itu syukurnya juga memakai masker. Saya sarankan bila besok masih sakit, ke puskesmas terdekat saja.

Saya khawatir,  jangan-jangan teman saya tersebut kena Covid-19 varian omicron yang memang gejalanya relatif ringan, tidak sampai hilang penciuman.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline