Lihat ke Halaman Asli

Syaiful W. HARAHAP

TERVERIFIKASI

Peminat masalah sosial kemasyarakatan dan pemerhati berita HIV/AIDS

Informasi HIV/AIDS yang Menyesatkan Tidak Mendukung Penanggulangannya di Indonesia

Diperbarui: 6 September 2022   03:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi HIV/AIDS, penularan HIV, pencegahan HIV. (sumber: Shutterstock/alexkich via kompas.com)

Sudah saatnya media massa dan media online menyiarkan berita HIV/AIDS yang akurat sesuai dengan fakta medis agar tidak menyesatkan.

HIV/AIDS adalah penyakit menular yang didapati dari perilaku beresiko, di antaranya:

  • Melakukan hubungan seksual dengan yang bukan pasangannya (suami atau istri)
  • Menggunakan jarum suntik yang tidak steril yang bisa menjadi media penularan
  • Menggunakan NAPZA.

Informasi di atas ada dalam berita "Ratusan Mahasiswa Bandung Positif HIV, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat" (liputan6.com, 31/8-2022).

Informasi yang dipublikasikan oleh liputan6.com di atas tidak akurat karena tidak sesuai dengan fakta HIV/AIDS sebagai fakta medis.

Pertama, HIV/AIDS bukan penyakit. HIV adalah virus yang termasuk retrovirus yaitu virus yang bisa menggandakan dirinya. Sedangkan AIDS adalah kondisi pada masa AIDS (secara statistik terjadi antara 5 -- 15 tahun setelah tertular HIV jika tidak menjalani pengobatan dengan obat antiretroviral/ATR).

Kedua, pernyataan HIV/AIDS adalah penyakit menular yang didapati dari perilaku beresiko, di antaranya melakukan hubungan seksual dengan yang bukan pasangannya (suami atau istri) adalah informasi yang menyesatkan.

Penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual bukan karena sifat hubungan seksual (bukan dengan pasangan), tapi karena kondisi saat terjadi hubungan seksual yaitu salah satu atau keduanya mengidap HIV/AIDS dan laki-laki tidak memakai kondom (Lihat matrik risiko penularan HIV/AIDS).

Matriks: Sifat dan kondisi hubungan seksual terkait dengan risiko penularan HIV/AIDS. (Sumber: Dok Pribadi/Syaiful W. Harahap)

Melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang sah secara agama dan hukum pun bisa terjadi penularan HIV/AIDS jika salah satu atau keduanya mengidap HIV/AIDS dan suami tidak memakai kondom setiap kali melakukan hubungan seksual.

Baca juga: Guru Agama Ini Kebingungan Karena Anak Keduanya Lahir dengan HIV/AIDS

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline