Lihat ke Halaman Asli

Indria Salim

TERVERIFIKASI

Freelance Writer

Waspadai Kompasianer Aspal, (Bukan) Jurnalis Warga

Diperbarui: 23 Juni 2015   23:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

1398031512447521399

[caption id="attachment_332555" align="aligncenter" width="416" caption="Bio Data "][/caption]

Awal mula saya mengenal Kompasiana karena kegemaran membaca Kompas[dot]com. Lalu, minat saya menulis di blog, dan membaca karya tulisan para blogger yang difasilitasi oleh website Kompas ini mendorong saya mendaftar sebagai akun terverifikasi di Kompasiana.

Itu beberapa tahun yang lalu, saat praktiknya saya malah jarang mengunjungi Kompasiana karena sempat lupa dengan passwordnya. Selain itu, pekerjaan saya waktu itu tidak memungkinkan kesempatan bagi saya membaca Kompasiana, apalagi menulis atau posting di Kompasiana.

Lalu di bulan Januari 2013, saya mendaftar "ulang" dan mulai memposting tulisan di Kompasiana. Seiring waktu yang berjalan, saya semakin sering membaca tulisan para Kompasianer, yang kemudian saya tahu beranggotakan ribuan penulis dari beragam latar belakang, dan berlokasi di berbagai belahan dunia.

Akhir-akhir ini, ada saja tulisan yang membahas tentang pro dan kontra adanya akun terverifikasi dan yang sebaliknya. Saya sendiri sudah terverifikasi, karena ini menjadi persyaratan untuk mengikuti lomba atau acara yang diadakan oleh Kompasiana, baik sendiri atau bersama dengan mitra kerjasama blog kita ini.

Kemarin malam, saya membaca ada akun "sementara" yang melaporkan temuannya tentang link yang dikhawatirkan membuat pemilik akun terverifikasi terancam keamanan data-data pribadinya. Saya sungguh awam dalam hal ini, jadi saya tidak menyuarakan komentar saya, meski ada link (tautan) yang dikirimkan ke saya oleh penulis laporan ini, dan ditempatkan di kolom komentar pada salah satu postingan saya.

Saat mengikuti acara Nangkring Bareng Ngobrolin Kompasiana belum lama ini, saya ingat pernyataan Mas Isjet tentang foto profil dan bio data (akun) yang dilarang oleh Kompasiana, yaitu foto profil dan atau akun yang jelas menyuratkan ataupun menyiratkan sebuah iklan, atau ajakan yang bersifat jualan, promosi barang, dan atau promosi penyedia jasa oleh pemilik akun yang bersangkutan.

Fakta sebulan yang lalu, saya pernah mendapat pesan inboks, dengan akun yang "nama biasa" (misalnya: Suto, Pahing, Sri Rejeki, atau Kliwon), namun mengirimkan pesan berisi jualan, baik itu suatu penyediaan barang dan jasa. Sekali saya pernah mendapat pesan dari akun bernama seorang wanita, namun isinya penipuan model SMS yang popular itu: modus pengumuman pemenang berhadiah.

Memang manusia wajib berusaha dan berikhtiar dalam mendapatkan tujuan atau pun mencari nafkah. Namun patut disayangkan kalau hal ini dilakukan dengan cara yang tidak pada tempatnya, termasuk menyebarkan pesan penipuan, atau mempromosikan dagangan secara tersamar dan menyaru sebagai "jurnalis warga" Kompasiana.

Hari ini, dan ini masih berlangsung, tertayang di indeks "Tulisan Terbaru" (Senin, 21/4 - pukul 02.45 wib), sebuah judul yang saya duga akan menarik perhatian bagi yang punya naluri penasaran. Ngaku saja, kali ini saya penasaran karena judulnya yang memang "khusus". Saya penasaran karena saat melihat teasernya, spontan terbersit di benak saya, dugaan dua kemungkinan tentang isi postingan itu. Kalau bukan materi orang dewasa, kemungkinan lainnya tentu iklan terselubung. Baiklah, saya beritahukan kodenya, tag postingan adalah "obat kuat sex".

Begitu saya menguliknya, jreng, jreng! Dugaan saya yang kedua terbukti, itu menurut saya. Saya buka akunnya, tampak memang jelas beriklan. Maka saya tidak akan menjadi agen iklan buat apa yang dijual oleh pemilik akun ini, dengan menayangkan "screenshot" judul tulisan atau akun yang bersangkutan. Sebagai tambahan informasi, ada postingan sebelumnya oleh  pemilik akun ini, ya seputar materi orang dewasa. Saya menduga kalau ini adalah strategi penulisnya, untuk mengarahkan pembaca pada maksud keberadaan sebenarnya di Kompasiana. Menariknya, meskipun tidak menghasilkan komentar dan vote, postingan itu memperoleh angka hits hampir 300-an.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline