Lihat ke Halaman Asli

Ilyani Sudardjat

TERVERIFIKASI

Biasa saja

8 Hari Perjalanan, Catatan 5 Bandara

Diperbarui: 14 Juni 2019   15:52

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Senja di Bandara international Ahmad Yani Semarang. Foto Ilyani

Tanggal 11 Juni 2019 pukul 8 pagi, dari Medan kami meluncur ke bandara Kuala Namu International Airport (KNIA) untuk melanjutkan perjalanan ke Sragen.

Jarak Medan-KNIA sekitar 40 km, membutuhkan waktu sekitar 45 menit- 1 jam. Banyak yang mengira Kuala Namu terletak di Medan, padahal bandara ini berada di kab.Deli Serdang. Selesai dibangun dan diresmikan SBY tahun 2013.

Untuk kelokasi Bandara ada alternatif Kereta Api Bandara ke Medan. Saya pernah mencoba kereta Bandara ini tahun 2013, ketika itu harga tiket Rp 100 rb, dan sepi banget.

Bandara Kuala Namu didesain secara modern, mirip bandara di Changi, dengan langit langit terbuka, luas, dan setiap maskapai memiliki lapak check in berjejer di satu lokasi yang terbuka. Dindingnya berkaca kaca, sehingga kita bisa memandang.bebas keluar. Gate ruang tunggunya juga berderet deret. Ada tempat main anak disini, sehingga anak anak tidak bosan menunggu. 

Replika Istana Maimun Deli di KNIA. Foto Ilyani

Untuk Lebaran tahun ini, KNIA mengalami penurunan penumpang hingga 37% akibat kenaikan tarif tiket pesawat. 

Dari KNIA kami naik pesawat Batik Air ke Bandara Soetta Cengkareng. Kami tiba di terminal 2 pukul 13.00. Dan akan menunggu sekitar 4 jam untuk lanjut ke Bandara Adi Soemarno di kab.Boyolali Jateng. 

Tadinya Bandara Soetta didesain oleh arsitek Perancis dengan memasukan unsur lokal ukiran kayu Nusantara. Terasa hangat. Juga ada taman tropis di samping lounge ruang tunggu. Tetapi terminal 3 Soetta sudah desain moderen, mirip KNIA.

Ternyata kami tidak perlu pindah terminal untuk lanjut terbang. Kami menunggu di terminal 2, yang ada tempat main anak anaknya, cukup nyaman untuk menunggu. 

Selama Lebaran 2019, Soetta juga mengalami penurunan penumpang hingga jutaan orang, sekitar 27%. Bahkan Hari terakhir arus balik mudik, penumpang yang turun hingga 61%.

Pukul 17.30 kami berangkat menuju bandara Adi Soemarno di kab. Boyolali Jateng. Bandara ini tidak terlalu luas. Saya suka bandara yang 'compact', turun dari pesawat, jalan tak terlalu jauh, langsung pengambilan bagasi/keluar. Mirip bandara Halim di Jakarta. Makanya kami suka prioritas maskapai yang berangkat/turun di Halim kalau beli tiket. 

Soalnya kalau terlalu luas dan jauh jarak tibanya pesawat dengan pengambilan bagasi/keluar, kasihan para lansia, atau penumpang yang kondisinya tidak terlalu sehat, ibu hamil, ibu yang menggendong bayi/anak, penumpang yang tentengannya berrat, dstnya. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline