Lihat ke Halaman Asli

rokhman

TERVERIFIKASI

Kulo Nderek Mawon, Gusti

Saat Geger Boikot Kualifikasi Piala Dunia, Pengadilan Menangkan FIFA

Diperbarui: 30 Agustus 2021   15:08

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Emiliano Martinez, kiper Aston Villa dan Timnas Argentina. Dia adalah pemain yang ikut terseret karena boikot kualifikasi Piala Dunia 2022 di zona merah oleh otoritas Liga Inggris. Foto: AFP/Rui Vieira dipublikasikan kompas.com

Otoritas sepak bola dunia FIFA mengklaim bahwa putusan pengadilan arbitrase olahraga menguatkan mereka. Menurut Presiden FIFA Gianni Infantino, liga di Eropa harus mematuhi keputusan pengadilan dan melepas para pemain untuk membela negaranya dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 pada September 2021.

Cerita soal geger kualifikasi Piala Dunia 2022 berawal dari beberapa otoritas liga di Eropa. Otoritas Liga Inggris, Italia, Spanyol, dan Portugal melarang para pemain di liga tersebut bermain di kualifikasi Piala Dunia 2022 di zona merah pada September 2022.

Alasannya, jika para pemain pergi membela negaranya bermain di zona merah Covid-19, mereka akan dikarantina ketika kembali ke klubnya. Jika pemain dikarantina, maka akan merugikan klub. Sebab, saat dikarantina beberapa hari, para pemain tentu tak bisa membela klub.

Di situlah otoritas beberapa liga di Eropa menolak melepas para pemain berlaga di zona merah Covid-19. Sikap beberapa otoritas liga di Eropa itu berdampak pada banyak negara yang harus bermain di kualifikasi Piala Dunia 2022 di zona merah Covid-19.

Contohnya Argentina. Mereka tak bisa menggunakan jasa pemain Argentina yang bermain di Liga Inggris, Italia, Spanyol, dan Portugal. Padahal dari 30 pemain Timnas Argentina, 22 di antaranya tersebar di Liga Spanyol, Inggris, Italia, dan Portugal.

Di tengah geger boikot kualifikasi itu, pengadilan arbitrase olahraga alias CAS, membuat keputusan. Intinya, menolak permintaan otoritas Liga Spanyol. Otoritas Liga Spanyol meminta CAS membatalkan perpanjangan masa kualifikasi Piala Dunia 2022 pada September 2021.

Diketahui, FIFA memutuskan bahwa masa kualifikasi diperpanjang dua hari. CAS kemudian menolak permintaan Liga Spanyol. Keputusan CAS itu dimaknai sebagai kemenangan FIFA.

FIFA menyimpulkan keputusan menyelenggarakan kualifikasi Piala Dunia 2022 pada September 2021 di masa pandemi adalah sah dan dikuatkan putusan pengadilan arbitrase olahraga. Karena itu, FIFA meminta semua klub melepas para pemain untuk membela negaranya pada kualifikasi Piala Dunia 2022 yang dihelat September 2021.

Sekretaris Jenderal Conmebol (otoritas sepak bola di Amerika Selatan), Gonzalo Belloso menyambut baik putusan CAS. Dia menyerukan semua klub harus mau melepas para pemainnya untuk kepentingan kualifikasi Piala Dunia 2022 yang dihelat pada September 2021. Pernyataam Belloso tentu bisa dimaknai bahwa tak ada alasan klub menolak melepas pemain dengan dalih zona merah Covid-19. Sementara, Javier Tebas, Presiden Liga Spanyol marah dengan putusan dari CAS.

Sekarang, apakah klub akan melepas para pemainnya, khususnya yang akan bermain di zona merah Covid-19, seperti wilayah di Amerika Selatan dan Afrika? Ya kita tunggu saja drama selanjutnya.

Polemik Argentina dengan Aston Villa

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline