Lihat ke Halaman Asli

Mh Firdaus

Penulis

Pangan Lokal, Akar Ketahanan Pangan Nasional

Diperbarui: 15 Juni 2020   10:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Masyarakat Indoensia tak terpisahkan dengan pangan lokalnya | dokpri

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa 30% daerah khususnya bagian Selatan Indonesia memasuki kemarau di bulan Juni 2020. Curah hujan tiga bulan ke depan menipis, dan puncaknya 70% Agustus musim kering tanpa hujan. Kondisi ini mempengaruhi masa tanam dan ketersediaan pangan di wilayah tertentu Indonesia.

Untuk mengantisipasinya, Kementrian Pertanian RI, merilis Langkah, yaitu; penguatan cadangan pangan di musim panen hingga Juni 2020, percepatan tanam di awal Mei untuk Panen II tahun ini, percepatan penyediaan sarana produksi dan perbaikan infrastruktur pertanian, pemanfaatan inovasi benih dan teknologi budidaya pertanian hemat air, pengembangan long storage, embung, dan pemanfaatan pompa air, dan pemanfaataan lahan yang memungkinkan mendapatkan air untuk budidaya palawija dan sayuran, serta perluasan asuransi usaha tani (Kementerian Pertanian, 2020, www.bkp.pertanian.go.id).

Sayangnya, antisipasi pemerintah dalam penguatan cadangan pangan fokus pada pertanian padi. Bila dicermati peringatan BMKG terhadap musim kemarau di bagian selatan termasuk Indonesia Timur, sebagian besar makanan pokoknya bukan beras. Contohnya, tanah Papua memiliki hutan sagu untuk pangan pokok sebesar 4,7 juta hektar dari luasan 5,4 juta hektar hutan sagu di Indonesia.

Untungnya, provinsi Papua telah menetapkan sagu dan ubijalar sebagai pangan pokok terlindungi melalui PERDASI No. 27 Tahun 2013 tentang lahan pertanian pangan pokok berkelanjutan. Ada 21 jenis pangan local, namun belum tersentuh kebijakan di sana (Kompas 12/12/2005). 

Pendeknya curah hujan, kesiapan tenaga kerja, lahan, teknologi, dan dampak social-budaya, membuat upaya membangun lumbung pangan berupa beras -- sebagai swasembada pangan -- di wilayah ini menemui tantangan. 

Terbukti, program pemembangun lumbung beras di Wapeko, kab. Merauke, 10 Mei 2015, oleh presiden Jokowi, selama tiga tahun di luas lahan 1,2 juta melenceng dari perencanaan.

Seorang chief mengolah sagu dan bahan pangan lokal lain di peringantan Hari Pangan Sedunia, 2019 | dokpri

 Prinsip dan Peran Pangan Lokal 

Pangan lokal adalah makanan yang dikonsumsi masyarakat setempat sesuai potensi dan kearifan lokal termaktub di UU 18/2012 tentang Pangan. Pasal 41 dan 42, menyatakan bahwa negara mengakui penganekaragan pangan dan peran pangan lokal. 

Pasal 41, menyabutkan, "Penganekaragaman Pangan merupakan upaya meningkatkan Ketersediaan Pangan yang beragam dan yang berbasis potensi sumber daya lokal". 

Selanjutnya Pasal 42 menyebutkan "penganekaragaman pangan sebagaimana dimaksud dilakukan dengan: a. penetapan kaidah Penganekaragaman Pangan; b. pengoptimalan Pangan Lokal....". 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline