Lihat ke Halaman Asli

HIMIESPA FEB UGM

Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

Inflasi dan Bursa Pemain

Diperbarui: 25 Agustus 2018   22:35

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Oleh, Ewang Khoirul Asrori, Staf Departemen Kajian dan Penelitian

Oleh: Ewang Khoirul Asrori, Ilmu Ekonomi 2017, Staf Departemen Kajian dan Penelitian Himiespa FEB UGM 2018

Latar Belakang

I've never seen a bag of money score a goal.

Begitulah kurang lebih pesan yang disampaikan mendiang legenda sepak bola FC (Futbol Club) Barcelona, Johan Cruyff. Kini pesan tersebut terlihat mulai ditinggalkan setelah FC Barcelona pada 2017 silam menggemparkan bursa transfer dengan menjual salah satu pesepakbola mereka, Neymar da Silva Santos Junior, ke klub sepak bola asal Perancis, Paris Saint-Germain F.C (Football Club) senilai 196,69 juta pounds atau jika dirupiahkan mencapai nilai 3.5 triliun. 

Harga Neymar terbilang fantastis, disebabkan harga transfernya berhasil memecahkan rekor transfer sebagai pemain termahal di dunia saat ini. Harga tersebut melonjak dua kali lipat jika dibandingkan rekor transfer tahun 2016 lalu, yaitu Paul Pogba, seharga 89 juta pounds. Transfer dari Neymar dan Paul Pogba semakin menambah daftar panjang lonjakan harga yang terjadi oleh pemain di bursa transfer.

Grafik 1: Grafik Transfer Pemain Termahal Dunia per Februari 2018 (juta euro)

Sumber : Statista (2018)

Bursa transfer (transfer windows) merupakan 'pasar' dari pemain sepak bola, suatu periode dalam sepak bola saat tim-tim dapat saling mentransfer pemain satu sama lain. 

Transfer sendiri dalam istilah sepak bola adalah suatu sistem perekrutan bagi pemain sepakbola yang masih terikat kontrak dari satu tim ke tim lain. Dalam kontrak terdapat nilai kompensasi berupa uang yang harus ditebus oleh tim yang menginginkan pemain incarannya, nilai kompensasi tersebut biasa disebut buy-out clauses.

Inflasi pemain

Inflasi adalah kecenderungan harga-harga naik secara menyeluruh dan terus menerus (Bodieono, 1999). Suatu kondisi dapat dikatakan inflasi ketika harga-harga barang secara umum meningkat dalam periode tertentu. Kenaikan satu dua barang tidak dapat dikatakan inflasi.

Berdasarkan penyebabnya, inflasi secara umum terjadi karena dua hal utama. Pertama, inflasi disebabkan oleh meningkatnya agregat permintaan terhadap suatu barang/jasa. 

Sesuai hukum permintaan, ketika permintaan terhadap suatu barang meningkat maka harga barang tersebut akan meningkat. Kedua, inflasi disebabkan oleh meningkatnya biaya-biaya produksi. Kenaikan biaya-biaya produksi umumnya dipicu oleh melemahnya nilai uang.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline