Lihat ke Halaman Asli

Dr. Herie Purwanto

TERVERIFIKASI

PNYD di KPK (2016 sd. Sekarang)

Semalam di The Mobypark Wonosobo

Diperbarui: 15 Maret 2023   09:40

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto dokumen pribadi

Area Camping ground menjadi salah satu andalan menjaring pengunjung suatu destinasi wisata. Sepertinya tengah menjadi trend, di mana hamparan lahan di tengah persawahan, perkebunan teh, di lereng bukti ataupun di pinggir alur sungai dan tanah lapang, area camping tersebut diselenggarakan. Pengelola sepertinya menyadari, suasana healing yang menyatu dengan alam sedang digandrungi dan menjadi pilihan di hari libur atau week end.

Maka tak heran, di banyak titik destinasi wisata dibangun area tadi, mulai dari yang benar-benar menyatu dengan alam, berupa tenda kemah, tenda kemah ditambah alas tidur, meningkat tenda dengan fasilitas AC, busa tebal hingga membangun kamar-kamar mungil yang ada kamar mandi/ toilet maupun yang hanya tempat tidur dengan fasilitas TV dan seperangkat membuat minum. Bentuk bangunannyapun macam-macam, ada yang dari kayu berbentuk segit tiga, setengah lingkaran atau bentuk-bentuk lainnya yang disesuaikan dengan tema destinasi.

Foto dokumen pribadi

Salah satu Pengelola destinasi area camping dengan menyuguhkan setting panorama perkebunan dan pegunungan adalah The Mobypark, yang berada di tengah perkebunan Bedakah,  Kaliurip, Kec. Kertek Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah.

Daya tarik area glamping estetik tersebut ada pada  panorama alam sekitarnya yang merupakan lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing serta tiga gunungnya yang ikonik, salah satunya adalah Gunung Cilik, yang berada diketinggian 1550 dpl. Jarak Gunung tersebut dari The Moby Park sekitar 500 meter. Jarak yang tidak jauh ini, membuat pengunjung penasaran untuk mendaki hingga ke puncak Gunung Cilik tersebut.

Foto dokumen pribadi

Hamparan perkebunan teh, kemudian perkebunan sayuran milik warga yang ditanami beragam sayuran, menjadikan hamparan terlihat hijau dan menyejukan mata. Terlebih tiupan angina yang langsung terasa di prakulitan, dingin menyegarkan. Jangan ditanya bagaimana segarnya udara di sekitar tempat tersebut. Mak Nyesss, serasa menghirup oksigen murni yang memang benar-benar gratis dari alam.

Pihak Mobypark sendiri, tidak memungut biaya masuk. Pengunjung yang datang dengan berfoto ria ataupun berjalan di track kaca gardung pandang, bila ingin berlama-lama menikmati suasana, memesan makan dan minuman dari resto yang tersedia. Untuk staycation atau menginap disediakan tenda camping dengan tariff mulau Rp. 45.000 dan yang berada di kamar-kamar berbentuk segitiga tariff dari Rp.  345.000. Pengelola juga menyediakan fasilitas semacam aula kecil untuk pertemuan-pertemuan baik yang indoor maupun outdoor, walau masih bersifat non permanent. Ada sebuah musola yang representative dan nyaman untuk melakukan ibadah.

Bila ingin menyegarkan diri dengan air yang kelewat dingin, disediakan deretan kamar mandi yang bersih dan terjaga dari bau-bau yang menyengat. Ada beberapa kamar mandi berderet yang memang disediakan untuk pengunjung. Pada sudut lahan parkir yang biasa digunakan camping outdoor ada kolam tempat ikan-ikan koi yang memanjakan mata. Warna warni dan berenang ke sana kemari seolah mengucapkan selamat datang pada pengunjung.

Foto dokumen pribadi

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline