Lihat ke Halaman Asli

Hera Veronica Suherman

Pengamen Jalanan

Juwita Malam, Rinai Hujan dan Benih Kerinduan

Diperbarui: 27 Oktober 2020   19:47

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokumen Pribadi

Juwita Malam, Rinai Hujan dan Benih Kerinduan

Malam ini sang Juwita Malam
sepertinya enggan
menampakkan diri
dari tempatnya bersemayam

Tak ada pertanda
ia akan memunculkan diri
turun dari singgasana
bertabur pendar cahaya

Tersenyum anggun hadirkan
seberkas sinar terang
membelai wajah Buana
mengusap lapisan basah aspal

Awan kelam menggantung
di langit malam seakan
sembunyikan elok rupa
wajah sang rembulan

Rintik hujan berjatuhan
riuh di atas genting
mengetuk kaca jendela
dengan bulir-bulir airnya

Berderak ranting
menggesek dedaunan
mencipta suara gemertak
menggaduhkan malam

Rinai hujan tergelincir
dari ceruk langit seperti
lelehan air mata dari
kelopak mata nan sembab

Menganak sungai membawa
serta kesedihan yang
menggenang dan mendekam
dalam ruas-ruas jiwa

Rintik hujan menitik
seperti ribuan anak panah
melesat cepat menghujam
pori serta nadi Bumi

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline