Lihat ke Halaman Asli

Hendy Adinata

Sukanya makan sea food

Standar Kita: Tato Buruk, Rias Wajah Baik

Diperbarui: 14 November 2019   11:25

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Young Lex (sumber: mtvasia.com)

Bagi Anda pembaca, apa yang terbayang ketika melihat pria bertato? Nakal dan berandalan? Indah dan baik? Setengah-setengah? Atau tidak ingin berkomentar? Bandingkan dengan perempuan yang berdandan. Bagus mana? 

Penulis hidup di dalam lingkungan keluarga orang-orang yang mungkin dapat dikatakan 'kolot', yang masih beranggapan bahwa tato adalah produk kenakalan.

Orang bertato adalah orang nakal. Itu baru laki-laki, belum mereka yang perempuan, pastilah jika tidak kaya, akan sering menjadi buah bibir. Sudah kaya maka dimaklumi, yang tidak kaya bagaimana? 

Mereka pasti dianggap lima kali lebih nakal dari pria bertato. Apakah benar demikian? Apakah nakal hanya diukur dari sebuah tato? Bagaimana dengan perempuan berias, adakah sanggahan yang ingin mengatakan bahwa itu jelek? Tato adalah buruk, rias wajah adalah baik, bisa dibenarkan kah kalimat ini?

Sedikit ulasan

Umumnya tato pasti dibuat di bagian tubuh tertentu yang bukan wajah. Para wanita biasanya di bagian lengan bawah, punggung atau pinggang. 

Pada pria di bagian lengan atas sampai dada misalnya merupakan tempat favorit dan strategis untuk mengukir berbagai lukisan tato, termasuk juga bagian paha dan betis kaki. Tempat-tempat inilah yang paling terlihat dan paling cocok, apalagi bila lengan itu cukup besar (berotot), pasti rasanya sangat keren.

Sedangkan rias wajah yang kita tahu pastilah diaplikasikan di wajah. Berbagai alat, misalnya bedak, bulu mata, lip stick, pensil alis, dan lain-lain, itu merupakan alat perlengkapan untuk berias. 

Tidak ada tempat lain yang dirias selain wajah. Bila kulit wajahnya putih, pipi tirus, hidung mancung, mata belok, jidat tidak tinggi, itu akan menjadi satu pemujaan pada wajah sendiri.

Bertato umumnya adalah pria, dan berias umumnya pasti wanita. Walau kita tahu ada sejumlah orang yang melakukan keduanya, itu sangat lumrah. Zaman sudah berubah, malah menuntutnya.

Penulis tersentak dengan kalimat dari seorang rekan kerja perempuan yang mengatakan bahwa pria bertato itu buruk, dengan alasan mereka merusak kulit tubuh sendiri. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline