Lihat ke Halaman Asli

Jangan Gampang Tercengang, Jangan Mudah Meremehkan

Diperbarui: 21 Mei 2021   20:17

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok. pribadi

Apakah arti sukses dalam kehidupan? Apakah orang yang hidupnya terlihat enak dan serba ada itu sukses? Sejujurnya aku tidak tahu. Yang pasti, sebagai orang Jawa, aku percaya bahwa hidup itu sawang-sinawang atau pandang-memandang saja. Tidak usah heran, jangan gampang tercengang.

Belum tentu orang yang hidupnya tampak makmur itu pasti juga bahagia. Kebahagiaan itu ada di hati dan tidak bisa diakali. Hidup sederhana itu lebih mulia daripada nampang dengan barang hutangan atau kreditan. 

Aku tidak memiliki mobil untuk bepergian, cukup sepeda motor sebagai teman setia yang menemani aku pergi bekerja dan jalan-jalan di kampung halaman. Hatiku tidak terangsang meniru teman-teman yang 'memaksakan diri' untuk membeli rumah megah dan mobil mewah. Buat apa berpura-pura kaya bila sebenarnya tak punya? Apa gunanya terlihat berada di siang hari, tapi susah tidur memikirkan hutang di malam hari?

***

Di setiap pertemuan awal semester di sebuah kampus ternama di Kota Malang, aku biasanya membuka kelas dengan menyuruh mahasiswa untuk menoleh ke kiri dan ke kanan sambil tersenyum pada temannya. Biasanya semua tersenyum geli karena mereka saling menoleh ke kiri kanan dengan tidak beraturan; bingung wajah siapa yang harus ditatap dulu. Terkadang mereka tertawa karena wajahnya tidak saling menatap satu sama lain, pada menoleh kiri semua atau menoleh kanan semua. 

Setelah mereka saling tertawa, barulah aku beritahu hikmah dibalik kegiatan yang sederhana itu. Aku beritahu mereka bahwa tidak ada yang tahu masa depan dirinya dan teman-temannya kelak di kemudian hari. Aku tuliskan frase mutiara "Ojo Dumeh" di papan tulis. Aku jelaskan bahwa ojo dumeh mungkin dalam istilah Bahasa Indonesia sepadan dengan jangan anggap enteng atau memandang sebelah mata pada seseorang. Bisa juga artinya jangan sombong atau mentang-mentang.

Setelah itu aku beri mereka nasihat sambil menjelaskan panjang lebar: 

- Jangan dikira teman di sebelah kiri-kananmu yang kelihatannya kekurangan sekarang akan kekurangan juga di masa depan. Bisa jadi diam-diam dia berjuang untuk masa depannya. Never underestimate others! 

- Jangan memuja berlebihan temanmu yang paling berkecukupan, paling cantik, paling tampan, paling cerdas saat ini karena belum tentu roda kehidupan selalu berputar di atas kepala mereka kelak. Life in the future is unpredictable! 

- Jangan anggap enteng dosenmu yang bertipe tenang menghanyutkan, apalagi sampai bermusuhan secara terbuka dengannya. Siapa tahu dia menganut ilmu padi, makin berisi makin merunduk. Siapa tahu dia nanti jadi pembimbing skripsimu. Kan ruwet kalau mau bimbingan skripsi bila bermusuhan? Jangan dikira ini tidak mungkin terjadi. Come on, Mate. There's nothing impossible about that. 

Kemudian saya terangkan kenapa mereka perlu tersenyum ketika melihat teman-temannya di sebelah kiri dan kanan. Dengan wajah serius aku tekankan, "Berbuat baiklah pada semua temanmu. Jangan mudah meremehkan karena kau tidak tahu siapa yang akan kau butuhkan untuk menolongmu di masa depan. Bisa jadi teman di sebelah kiri-kananmu yang menolong atau bahkan memberimu pekerjaan ketika kelak engkau sangat membutuhkan."

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline