Lihat ke Halaman Asli

Handy Pranowo

TERVERIFIKASI

Love for All Hatred for None

Larilah Puisiku

Diperbarui: 5 Maret 2021   15:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpri

Biarkanlah puisiku menjalani takdirnya menjadi tukang parkir atau artis ibukota apapun label yang di sematkannya tetap lah ia puisiku yang lahir dari rahim pikiranku.

Tidak pernah aku berencana menghapusnya apalagi membunuhnya. Ia adalah keseimbangan dalam hidupku, cara aku bertutur, cara aku menyikapi duniaku yang setengah kabur.

Puisiku adalah teriakan atau ninabobo kehidupan yang suatu hari kelak dunia melihatnya bahwa ia pernah hadir dan memberi makna meski hanya sejengkal kata.

Aku sadar masing-masing dari puisiku mempunyai umur namun apabila ia mati aku tak ingin menguburnya justu akan ku simpan ke dalam sebuah ruang yang ku namakan ruang reproduksi.

Bisa jadi nanti ia berubah menjadi cerpen atau diary atau apapun itu asal ia bisa hidup kembali. Begitulah aku memperlakukan puisiku sebab ia lahir dari rahim ruhaniku.

Ia adalah sebagian penglihatanku yang rabun yang hendak melihat matahari tersenyum di tengah dunia yang sebentar lagi meledak sebab bom atom dan nuklir saling sindir menyindir tak tahu malu.

Larilah puisiku berlarilah, gapai semua impianmu dan jadilah anak panah di tengah dunia yang semu dan penuh kepalsuan belaka.

Handy Pranowo

05032021




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline