Lihat ke Halaman Asli

Bersyukur PPKM Diperpanjang

Diperbarui: 23 September 2021   23:35

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Bersyukur PPKM Diperpanjang

Sebagaimana kita tahu PPKM adalah singkatan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Lalu mengapa harus disyukuri? Pertanyaan mengapa adalah adalah sebuah pertanyaan yang kritis (radix), sampai ke akar-akarnya, sehingga memerlukan jawaban yang mendekati pasti. 

Meskipun kepastian tidak mudah didapat namun, setidaknya kita patut bersyukur karena dengan diperpanjangnya PPKM secara bertahap adalah merupakan cara pengendalian wabah covid-19 yang cukup ampuh. Kata 'mengedalikan' mengingatkan penulis pada lagu kanak-kanak yaitu 'Pada hari Minggu...dst'; di situ ada kalimat 'mengendali kuda supaya baik jalannya'.

Jadi tepatlah kiranya apabila kerjasama yang terjalin indah antara Pemerintah, TNI dan POLRI, serta seluruh masyarakat Indonesia saling bergandeng tangan, bersinergi melakukan tugas kemanusiaan yang mulia ini dengan strategi PPKM yang dimulai sejak tanggal 3 Juli 2021. 

Dahulunya disebut dengan PPKM Darurat, suatu kebijakan yang diambil Pemerintah di masa kondisi darurat karena merajalelanya kasus covid-19 di tanah air. 

Dilaksanakan secara bertahap karena dimaksudkan agar tidak terjadi gejolak, ada yang diperpanjang satu minggu lamanya, ada pula yang diperpanjang dua minggu lamanya seperti sekarang ini, semua itu demi keselamatan jiwa manusia.

Betul memang kini PPKM diperpanjang sampai dengan tanggal 4 Oktober 2021 namun, pembatasannya sudah mulai dilonggarkan. Tentu saja kabar baik tentang menurunnya pandemi covid-19 dari hari ke hari ini perlu disyukuri bersama. Pelonggaran pembatasan ini diberlakukan di beberapa kota yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya. 

Sekalipun PPKM diperpanjang, akan tetapi pelonggaran-pelonggaran yang diijinkan seperti tempat-tempat wisata, mal, bioskop dan rumah makan mendatangkan berbagai respon. Masing-masing orang tentu mempunyai hak untuk memilih dan tentunya mereka akan memilih yang terbaik bagi dirinya masing-masing.

Semangat kembali ke sekolah

Keceriaan anak-anak yang 'terenggut' selama pandemi covid-19 nyaris dua tahun lamanya, kini mulai 'bersemi' kembali. Bermain dan belajar (play and learn) adalah dunia baginya, bermain adalah sifat kodrati anak-anak. apabila guru dapat menyajikan pembelajarannya dalam bentuk games yang menarik, mereka menyambutnya dengan sorak sukacita.

Hal ini jelas tergambar dari raut wajahnya dan memang proses pembelajaran harus fun (menyenangkan). Mata pelajaran apapun hendaknya dikemas sekreatif mungkin, karena belajar dalam situasi dan kondisi menyenangkan akan terasa singkat, tidak jenuh, bertele-tele dan awet diingat.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline