Lihat ke Halaman Asli

Leonardi Gunawan

TERVERIFIKASI

Karyawan

Antara Manor, Rio, Para Suporter dan Kicauannya

Diperbarui: 23 Maret 2016   00:04

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Kecelakaan yang melibatkan Fernando Alonso dan Esteban Gutierrez di GP Australia, Minggu (20/3/2016), mengakibatkan sejumlah pebalap, termasuk Rio Haryanto harus masuk pit stop. (Twitter @f1)"][/caption]Seri pertama balapan mobil F1 GP Australia telah berakhir. Banyak drama yang terjadi di sana, dari segi penyelenggaraan sendiri sudah banyak menghadirkan kejadian menarik: dari sistem kualifikasi “aneh” yang pada akhirnya tidak akan diterapkan lagi, hujan yang mengguyur pada latihan bebas 1 dan 2 sehingga banyak yang tidak maksimal, nasib yang menimpa D.Kvyat yang harus out bahkan sebelum balapan dimulai, Tim Haas yang langsung dapat point dalam balapan pertama, sampai pada melayangnya mobil Alonso, hingga hancur lebur karena bersenggolan dengan Gutierrez.

Tapi percayalah para penonton F1 di Indonesia pastinya tidak terlalu mempedulikan hal-hal tersebut. Fokus mereka jelas, ya fokus mereka sekarang hanya kepada Rio Haryanto. Pemberitaan Rio yang sangat-sangat masif membuat sekecil apa pun yang dilakukan Rio dan pada akhirnya menyangkut Tim Manor akan sangat diekspos media, khususnya media sosial. Dan sayangnya mulai dari latihan di Cataluya beberapa minggu lalu, aura ketidakberuntungan Rio seolah selalu menghampirinya. Hal inilah yang menjadi sasaran buat pengguna media sosial untuk melampiaskan uneg-unegnya.

Dalam tes pramusim di Barcelona, Rio tidak bisa secara maksimal melakukan putaran mobil. Pada saat itu dikatakan ada kerusakan pada mobilnya sehingga Rio cukup lama tertahan di pit. Para pengguna medsos pada saat itu masih memaafkan Manor untuk hal tersebut, berharap hal itu tidak terjadi pada balapan sebenarnya. Alasan netizen beraksi cukup keras dapat dipahami karena pada saat yang sama mobil yang dikendarai rekan setimnya seolah tidak mendapatkan masalah berarti, melaju mulus-lus....

Kemudian hal itu berlanjut ke perlombaan sesungguhnya. Latihan bebas hari pertama dan kedua seharusnya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh tim untuk melihat kondisi mobilnya, baik dari segi kecepatan dan ketahanan. Logika sederhana untuk tim Manor, apabila pada saat di latihan pramusim sudah menemukan indikasi ada masalah di titik tertentu, sebaiknya hal itu yang menjadi fokus utama. Okelah waktu mepet dan lain sebagainya, tetapi yang menjadi pertanyaan penulis mengapa Manor tidak memaksimalkan waktu latihan bebas pertama dan kedua tersebut. Karena semakin banyak lap yang dilakukan jelas semakin baik untuk menganalisis mobil serta adaptasi pembalap.

Masuk ke latihan ketiga, tiba-tiba dikejutkan kicauan bahwa Rio menabrak mobil pembalap lain sesaat setelah keluar dari pit line. Menurut penulis, apa pun alasannya ini konyol. Maksudnya adalah apakah tidak ada kru/tim yang melihat datangnya mobil dari arah belakang? Tukang parkir saja akan memberi aba-aba walaupun sang sopir sudah dibekali kaca spion. Efek dari hal itu Rio dapat hukuman dua point dan mundur 3 grid dari urutan start. Tetapi Rio sendiri juga punya andil, bukan karena terlalu bersemangat sehingga tidak mempedulikan sekelilingnya.

Masuk ke babak kualifikasi, di sini terlihat kekurangsiapan dari Tim Manor menghadapi sistem kualifikasi ini. Melihat begitu sigapnya tim Mercedes, Ferrari, dan tim besar lainnya untuk segera mengambil posisi paling depan dalam pertarungan memperebutkan posisi terbaik, tim Manor malah masih menyimpan pembalapnya di garasi. Penulis sendiri tidak tahu strategi dan alasannya apa. Menurut penulis, dengan mengambil tempat di barisan depan tentunya peluang lebih besar untuk mencatat waktu terbaik karena lintasan tidak terlalu padat (apalagi kalau yang terdepan). Kedua adalah masih ada waktu seandainya melakukan 2 kali putaran dalam pencatatan waktu.

Mungkin hal ini seperti mencari kesalahan, tapi komentar Rio dan rekannya setelah babak kualifikasi ini benang merahnya adalah, “Kami kehabisan waktu untuk melakukan lap time. harusnya kami melakukan 2 kali , tetapi karena keterbatasan waktu hanya bisa 1 kali, dan dari perkataan mereka, mereka sangat yakin bisa mencatatkan waktu lebih baik.”

Dan hasil harus diterima Rio dalam babak kualifikasi  in,i  unggul atas rekannya tapi mereka diperingkat 21 dan 22. Tetapi gara-gara mendapatkan “hadiah” karena menabrak pada latihan bebas  3 kamarin. Rio harus memulai balapan pada posisi paling buncit.

Lomba berjalan, sebagian besar penonton di Indonesia sebenarnya tidak peduli siapa yang memimpin siapa yang melakukan overtaking dll.. Mereka hanya peduli Rio di posisi berapa. Tidak ada kejadian yang luar biasa sampai terjadi kecelakaan yang menimpa Alonso dan Gutierezz pada lap ke-17. Karena begitu hebatnya kecelakaan tersebut, semua mobil diharuskan masuk ke pit lane. Menunggu lintasan dibersihkan, termasuk mobil tim Manor, Rio dan rekan setimnya.

Nah, di sinilah malapetaka sesungguhnya bagi penggemar FI di Indonesia dan pendukung Rio dimulai. Kronologinya saya ambil dari kicauan yang disampaikan tim Manor karena yang akan kita bahas nanti adalah lebih kepada seberapa besar respons pengguna jaringan media sosial ini.

Pada 10 : 35 PM  / 16 : 35  waktu setempat. Waktu diumumkan bahwa bendera kuning berkibar menandakan bahwa terjadi insiden yang mengharuskan semua pembalap untuk mengurangi kecepatan, itu berarti jarak pembalap menjadi pendek kembali, keuntungan bagi Rio begitu pendapat saya karena melihat di catatan waktu Rio tertinggal cukup jauh. (123 Retweet)

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline