Lihat ke Halaman Asli

Kompasianer METTASIK

TERVERIFIKASI

Menulis itu Asyik, Berbagi Kebahagiaan dengan Cara Unik

Aduh, Tertipu Lagi, Kapan Karma Burukku Habis?

Diperbarui: 9 Desember 2022   04:53

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Aduhhh Tertipu Lagi, Kapan Karma Burukku Habis? (gambar: paranormal.lovetoknow.com, diolah pribadi)

Masih jelas teringat dikepalaku, hari itu hari yang membawaku kembali mengalami peristiwa yang sangat tidak menyenangkan dan susah aku lupakan.

Pagi itu aku terbangun dengan hati gembira, hari itu bertepatan dengan hari ulang tahun perkawinanku. Aku bahagia karena tepat tahun keempat aku merayakannya sendiri tanpa merasa kehilangan seperti tahun tahun sebelumnya. Dengan perasaan bahagia aku mengajak teman baikku pergi ke pusat perbelanjaan sekedar untuk makan dan bersantai.  

Kami menghabiskan waktu keliling pertokoan, tanpa terasa waktu menjelang sore, tiba-tiba telpon selularku berbunyi, pesan singkat kudapati  "test,"

Aku lalu menjawabnya, "kenapa B, hape baru yah" ( sebut saja namanya B salah satu teman meditasiku). 

Aku tahu telpon selular B sedang bermasalah, dia selalu mengeluhkannya. Jadi saat keluar nomor baru dengan nama B, tanpa berpikir panjang terus melanjuti pembicaraan.

"Ok kalau gitu nomor baru ini aku masukan ke group kita yah" jawab ku 

"Gak usah nanti saja, yang penting disimpan dulu nomor ini, kebetulan lagi ditempat pelelangan nih digedung KPKNL"

Aku tanpa ingin mencari tahu apa itu Gedung KPKNL terus saja menjawab.  Di antara perbincangan singkat, B mengirimkan foto barang, lengkap dengan harga  cukup murah kalau dibandingkan  harga normal. Aku tahu, teman ku B ini suka membeli dan memakai barang tersebut saat bertemu rekan bisnisnya. 

"Apakah tertarik membelinya, kebetulan ada di pelelangan, harga murah". Pesan berikutnya muncul di telpon selularku.

Aku memang sedang berencana membeli salah satu barang tersebut. Pesan B membuatku tertarik, demikian juga temanku. Jadilah kami berdua melakukan transaksi, tanpa pikir panjang, tanpa rasa curiga untuk mengecek lebih lanjut.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline