Lihat ke Halaman Asli

Gramedia Official

TERVERIFIKASI

Tempat kamu mencari buku 📚

Begini Proses Penyusunan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia!

Diperbarui: 26 Januari 2023   10:37

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Photo by Tama66 on Pixabay

Proklamasi kemerdekaan adalah sejarah penting bagi Indonesia. Peristiwa bersejarah ini tidak terjadi begitu saja. Sebagai generasi bangsa, tentu kita tentu perlu mengetahui bagaimana sejarahnya, termasuk proses penyusunan teks proklamasi kemerdekaan.

Kamu mungkin sudah pernah membaca atau mendengarnya dari pelajaran sejarah dan PKN di sekolah. Kamu bisa simak penjelasan berikut ini untuk proses penyusunan teks proklamasi kemerdekaan.

Proses Penyusunan Teks Proklamasi

Proses penyusunan teks proklamasi diawali dengan diculiknya dua tokoh penting, yaitu Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta oleh kelompok pemuda yang kemudian dibawa ke Rengasdengklok.

Penculikan yang terjadi tanggal 16 Agustus 1945 tersebut dilakukan untuk memaksa kedua tokoh Indonesia tersebut segera melakukan proklamasi kemerdekaan.

Karena desakan golongan muda itu, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta dan berkumpul di rumah seorang laksamana angkatan laut Jepang bernama Tadashi Maeda.

Di tempat itulah teks proklamasi kemerdekaan dibuat. Saat proses dibuatnya, Ir. Soekarno bertanya pada para tokoh tentang isi dari Piagam Jakarta yang dulunya sudah disiapkan sebagai teks proklamasi kemerdekaan.

Namun, panjangnya isi Piagam Jakarta membuat berbagai tokoh di tempat tersebut tidak banyak yang mengingatnya. Karena hal tersebut, Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo mencoba untuk merumuskan teks proklamasi yang baru kembali.

Setelah selesai dirumuskan oleh tiga tokoh tersebut, Soekarno yang diminta menulisnya hasil teks proklamasi tersebut dengan tulisan tangan. Gaya bahasa yang digunakan dalam teks proklamasi adalah gaya bahasa dari Hatta.

Lalu, pada bagian tanda tangan, pada awalnya Ir. Soekarno ingin membuat seluruh anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) untuk bertanda tangan sebagai pembentuk teks proklamasi.

Namun, gagasan tersebut ditolak oleh kelompok pemuda, karena dirasa dari 36 anggota PPKI tidak semua berperan besar dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline