Lihat ke Halaman Asli

PEMULA27

Terima kasih

Buah Cinta dan Damai Membawa Kebahagiaan

Diperbarui: 16 Maret 2021   01:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

KATAKINI.COM

Pengantar  

Perjalanan hidup manusia adalah suatu peziarahan. Sebagai insan peziarah, ia selalu bergerak dari dan menuju kepada tujuan eksistensinya dalam realitas menjadi. Manusia senantiasa berusaha untuk menemukan jati dirinya. Oleh karena itu, manusia merupakan makhluk yang terus menjadi. 

Dia adalah makhluk yang berkembang secara terus menerus sampai menemukan tujuan akhir hidupnya. Manusia akan mendambahkan hubungan penuh kasih sayang dengan orang lain. Khususnya kebutuhan cinta, damai dan kebahagiaan di tengah kelompoknya dan ia akan berusaha keras dalam mencapai tujuannya dan berharap memperoleh melebihi segala-galanya di dunia ini.

Kata Kunci

Cinta, Damai, Kebutuhan, Tujuan, Kebahagiaan.

Arti dan Makna Cinta

Dalam pandangan hidup manusia pada umumnya, kebanyakan orang menganggap bahwa cinta itu sebagai suatu yang suci. Terlepas dari perspektif setiap manusia, cinta itu juga merupakan identitas hidup manusia. Manusia mempunyai kerinduan dan daya pikat masing-masing untuk mencintai dan dicintai. 

Dalam artian tertentu, mencintai merupakan suatu keinginan lahiriah dan juga dasriah untuk memberikan cintanya bagi orang yang ia cintai astau objek yang ditujui. Sedangkan kebutuhan akan dicinta merupakan keinginannya untuk dicintai oleh orang yang ia cintai. Kedua sifat ini menjadi identik dengan hidup manusia. Maka dari itulah kebanyakan orang mencarinya dengan segala cara yang unik. Cinta adalah itu yang dirindukan semua orang.

Segala manusia merindukannya, mengharapkannya, jatuh bangun menghidupi dan mewujudkannya. "segala manusia" tidak ada yang dikecualikan, dari zaman kapan pun cinta adalah kerinduan manusia. Cinta identik dengan kehidupan itu sendiri. Semua yang memandangnya bangkit dari keterpurukan. Semua yang memeluknya seolah seperti menyeberangi kematian kepada kehidupan.[1] Armada Riyanto, Menjadi-Mencintai, Yogyakarta: Kanisius,2013.

 Arti dan makna cinta sesungguhnya tidak hanya merujuk pada apa yang manusia pahami mengenai keluasannya. Manusia terkadang memaknai cinta sebatas akal budi atau nalar dalam memahaminya. Tetapi, cinta adalah realitas ada dan tidak ada akhir atau batas keberhinggaannya. 

Oleh karena itu, cinta harus memaknai secara mendalam dan diwujudkan dalam pengertian iman. Maka sepantasnya manusia mendambahkannya. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline