Lihat ke Halaman Asli

Gaganawati Stegmann

TERVERIFIKASI

Telah Terbit: “Banyak Cara Menuju Jerman”

Begini Cara Wali Kota Jerman Memotivasi Lansia agar Panjang Umur

Diperbarui: 27 April 2018   10:18

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pak walikota datang ke rumah yang ultah ke-80 (dok.Gana)

Dulu saya pernah cerita, waktu ulang tahun ke-40 saya mengundang 100 orang termasuk wali kota setempat. Akhirnya cuma dikasih surat selamat dan permintaan maaf  dari beliau nggak bisa datang karena ada acara keluarga. Istrinya mau jalan-jalan di usia 60 tahun.

Sebagai orang Jawa, kalau ada apa-apa, kok ikut dimasukkan hati. Pikir saya, wahh ini wali kota nggak mau datang nih, alasaaaaan. Pokoknya gemesss. Hih.

Ups. Belakangan saya baru tahu kalau di Jerman di daerah Baden-Wuerttemberg di daerah kami, masih ada adat walikota yang hanya berkunjung ke rumah warga yang berulang tahun ke 80, 85, 90 dan seterusnya. Iya, banyak yang cerita ke saya soal kedatangan wali kota ke rumah orang itu hanya pada acara khusus. Ulang tahun! Jadinya, umur 40 belum istimewa di mata wali kota, meskipun orang Blackforest sendiri punya pepatah "Mit 40 wird der Schwabe gescheid." Orang Blackforest yang sudah berumur 40 itu udah luar biasa karena punya titik awal menjadi bijak.

Tradisi kunjungan wali kota itu dikuatkan dengan pengalaman pribadi ketika minggu lalu diundang mertua untuk datang ke rumah mereka. 

"Selasa sore datang, ya, aku ulang tahun dan wali kota akan datang secara khusus dari pukul 16.30-17.00." Sela mertua saya setelah acara jalan-jalan di Polandia, tempat kelahirannya, selesai.

"Aduh, sibuk. Hari itu, anak-anak baru pulang sekolah jam 15.00. Setelah itu jam 16.30 harus ke kota sebelah buat antar anak les gitar. Sampai rumah 17.45." Hedeeeeh. Selain males datang, repot sekali anter jemput anak terus acara ulang tahun sekalian. Kotanya beda-beda, nyetirnya bisa ngepot.

"Dibatalin aja." Mertua laki-laki membujuk.

"Ya, jangan, mahal!" Suami saya ikut nimbrung. Ia menolak usul sang opa. Les setengah jam bayarnya Rp 500.000,00 suruh bolos. Yang cari uang nggak rela. Suami saya sendiri sebagai anak nggak bisa datang karena jemput bos besar di bandara. Saya, anak pek-pekan yang disuruh-suruh.

Ya, sudah  akhirnya saya mengalah dan segera menghubungi guru gitar di sekolah musik. Untung, saja, boleh 1,5 jam mundur lesnya. Syukurlah.

Erdbeer Kuchen (dok.Gana)

Ulang Tahun ke-80, Wali Kota Mengucapkan Selamat Secara Pribadi

Pada hari H, kami sudah datang 15 menit sebelum pukul 16.30. Iya, berkah menggunakan kompas dan memotong jalan melewati hutan membuat perjalanan jadi lebih cepat karena jika melewati jalan yang normal bisa muter-muter. Di hutan jalannya aspal tapi kalau musim salju pasti nggak boleh lewat karena jalannya kecil dan nggak ada yang menyapu salju di sana, bisa meluncur ke jurang!

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline