Lihat ke Halaman Asli

Suaviter

TERVERIFIKASI

Sedang dalam proses latihan menulis

Pentingnya Menyimpan Bon Setelah Transaksi Barang atau Jasa!

Diperbarui: 7 Mei 2022   02:39

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi seseorang memegang bon. Gambar diambil dari harmony.co.id

Setelah melakukan suatu transaksi jual beli barang atau jasa, biasanya ada bukti pembayaran (bon). Alangkah bermanfaat, jika bon itu tidak dibuang melainkan disimpan. Karena, ada beberapa manfaatnya.

Dalam satu perjalanan menikmati liburan, saya dan beberapa teman singgah di satu Indomaret yang ada di Pematangsiantar. Kami ingin membeli beberapa makanan ringan, minuman, dan obat untuk pertolongan pertama (demam, diare, dan masuk angin).

Saya turun dari mobil sebagai utusan untuk belanja. Selang beberapa menit, saya kembali ke dalam mobil lalu membagi apa saja yang telah dipesan. 

Setelah semua orang mendapatkan haknya, saya mengambil bon-bukti pembayaran. Kemudian, seorang teman berkata, "Untuk apa kamu simpan bon itu? Buang saja! Kan, kita sudah sama-sama tahu harganya! Nambah-nambah sampah saja".

Saya tersenyum dan berkata, "Wah. Wah. Wah. Ini (bon) ada manfaatnya, Bro!"

***

Dalam suatu instansi/lembaga/perusahaan, transaksi jual beli itu akan selalu ada. Tak jarang, bukti dari transaksi yang dilakukan oleh pihak yang bertugas untuk itu diminta oleh bendahara atau pimpinan perusahaan. Untuk meng-check beberapa hal.

Karena, cukup sering terjadi tindakan korupsi oleh pihak yang dipercayai. Atau, terdapat kelalaian dalam membuat laporan pertanggungjawaban transaksi dan sebagainya.

Untuk itu, bendahara atau ekonom atau bagian keuangan akan selalu minta agar petugas belanja menyertakan bon dalam setiap laporan keuangan. "Pak, Bu, tolong ya nanti bon atau kuitansi diminta dari penjual barang itu ya!" pinta sang bendahara.

Bagi saya, apa yang diusahakan oleh bendahara itu punya nilai penting dan manfaat luar biasa walau sepele. Karena, saya juga selalu berusaha menyimpan bon/kuitansi tiap kali membeli barang atau jasa orang lain. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline