Lihat ke Halaman Asli

fatimah UmmuHani

Mahasiswi di STITMA

Latar Belakang dan Dampak dari Kekerasan Senioritas dalam Lingkungan Pendidikan

Diperbarui: 4 Oktober 2022   23:41

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Oleh: Fatimah Ummu Hani

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa. Dengan berkembangnya zaman dan segala kecanggihan teknologinya, maka perlu dikuti dengan perkembangan pada bidang pendidikan. 

Seperti yang kita ketahui negara-negara maju telah membuktikan bahwa pendidikan mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas bangsanya. Pendidikan merupakan sumber dari segala sumber kemajaun suatu bangsa, karena melalui pendidikan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa dapat ditingkatkan.

Perkembangan pendidikan akan sangat berpengaruh pada perkembangan generasi muda untuk menjadi individu yang berkualitas dan kompeten. Dengan pendidikan di harapkan generasi muda akan menjadi manusia yang berkualitas dan tidak hanya dari segi pintar dalam akademik tetapi juga perilaku. Namun, pendidikan tidak terlepas dari permasalahan-permasalahan yang meliputinya. 

Diantaranya ialah kekerasan yang terjadi akibat adanya senioritas. Senioritas sendiri tidak asing lagi apabila menjadi topik bagi para remaja yang sedang menempuh pendidikan. Senioritas dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan masyarakat. hal tersebut di karenakan dalam kehidupan manusia terdapat perbedaan tingkatan.

Tingkatan yang ada di pendidikan yaitu senior dan junior. Dimana dalam budaya yang ada di Indonesia yaitu budaya menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda. Dimana dari perbedaan tingkatan inilah yang di manfaatkan oleh senior untuk bersikap sewenang-wenang kepada junior.

Perlu kita ketahui dalam kasus senioritas ini tak jarang memunculkan aksi-aksi kekerasan di sampingnya. Bahkan senioritas juga menimbulkan korban jiwa. Meskipun tradisi senioritas sudah mulai di hilangkan dalam dunia pendidikan, masih banyak kasus yang menunjukkan budaya senioritas di sekolah atau universitas yang menggunakan kekerasan. 

Ada anggapan bahwa belum menjadi mahasiswa jika belum menjalani ospek dengan kekerasan yang terjadi dibaliknya. Maka dari itu penulis akan melihat faktor apa yang melatarbelakangi perilaku kekerasan dalam senioritas di lingkungan pendidikan.

1.Gengsi yang terlalu tinggi

Salah satu aspek yang melatar belakangi hal ini marak terjadi adalah karena gengsi yang umumnya dirasakan oleh para senior yang membawahi junior sehingga timbul pemikiran bahwa senior tidak boleh sampai kalah bersaing dengan junior.

2.Gila hormat

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline