Lihat ke Halaman Asli

Evelyn Sutedjo

ibu rumah tangga

Tetap Menarik Dalam Kerapuhannya

Diperbarui: 25 Januari 2021   21:12

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpri

Tak dapat di sangkal, bahwa perjalanan kehidupan selalu dimulai dari tiada  menjadi ada dan kembali ke tiada. Manusia lahir sebagai bayi yang lemah, yang bergantung penuh kepada pertolongan orang lain  (dalam hal ini bergantung kepada orang tuanya). Kemudian dia akan mulai belajar mengenal dunia kehidupannya hingga waktunya di dunia selesai.

Oleh WHO, klasifikasi hidup manusia dibagi menjadi 5 golongan berdasarkan usianya, yaitu:

Bayi (infants): 0-1 tahun

Anak-anak (children): 2-10 tahun

Remaja (adolescents): 11-19 tahun

Dewasa (adult): 20-60 tahun

Lanjut usia (elderly): di atas 60 tahun

 Memang di tiap golongan akan dijumpai masalah yang berbeda.

Saat ini kita akan lebih focus pada golongan Lanjut usia. Umumnya manusia Lanjut usia memiliki kecenderungan nilai minus yang banyak, contohnya dalam kesehatan dan kemampuannya.

Namun banyak  juga manusia Lanjut usia yang menjadi teladan dan memberikan inspirasi buat sesamanya.

Kita coba telusuri kiat apa saja yang dapat membuat Lansia Tetap Aktif  dari beberapa orang yang kita jumpai secara langsung maupun dari sharing pengalaman yang pernah kita dengar atau baca.

  • Lansia itu memiliki hobi yang tetap dilakukan.  Menurut Wikipedia, hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang. Tujuan hobi adalah untuk memenuhi keinginan dan mendapatkan kesenangan. Kegembiraan dalam melakukan hobi merupakan obat yang manjur (seperti dituliskan raja Salomo ~ Hati yang gembira adalah obat yang manjur ~ ).  Contoh jenis-jenis dari hobi antara lain : Filateli, Fotografi, Melukis, Menjahit, Menulis.  Karena dengan melakukan hobi-nya itu,  Lansia akan berpikir, bergerak, dan aktif.
  • Lansia itu selalu berpikir positif dalam menyikapi masalah / situasi yang dihadapi.  Usia Lansia yang rentan terhadap penyakit sering membuat semangat menurun karena pikirannya. Pandangan / pendapat yang berbeda dengan golongan usia lainnya kalau tidak disikapi dengan berpikir positif, pasti akan menimbulkan konflik yang tidak perlu.  Karenanya, kalau Lansia Tetap Aktif dalam pikiran positif-nya, dia tentu selalu dapat membuka diri menerima saran yang diberikan kepadanya. Dan saran yang berguna baginya pasti akan dilakukannya. Contoh rajin berjemur di pagi hari, dan mendapatkan sinar matahari pagi yang berguna untuk kesehatan-nya.
  • Lansia itu memiliki komunitas melakukan kegiatan yang sama.  Akan ada rasa bangga dan senang dalam diri Lansia, ketika dengan kelompoknya mereka berhasil melakukan satu kegiatan bersama. Contohnya mereka selesai melakukan pelayanan kepada masyarakat dengan bersama mengajar menjahit masker tanpa mesin jahit. Komunitas Lansia Tetap Aktif ini bersumbangsih mencerdaskan masyarakat dalam kerapuhannya.
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline