Lihat ke Halaman Asli

Enggar Murdiasih

Ibu Rumah Tangga

Kisah Sepotong: Cermin Retak ~part 2

Diperbarui: 6 Februari 2017   11:17

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Abram meraih ponsel, sambil melonggarkan dasinya ia menelepon Amel.

"Yaang, bisa siapkan baju ganti, untukku? Pak Ikhsan memintaku menemaninya meninjau proyek di Semarang dalam dua tiga hari mendatang."

Sejurus kemudian ...

"Makasih, Sayangkuu!" serunya riang.

Yees, kali ini Amel tak rewel dengan pertanyaan pertanyaan yang tak perlu. Ia menjawab seperlunya, selebihnya hanya meng-iya-kan permintaan suaminya.

~•~•~•~•~

Kekhawatiran pelan-pelan merambati hati Amel. Kepergian Abram kali ini, menyisakan ketakutan yang luar biasa.

Bukan. Ia tak takut kehilangan. Ia tak takut melepas suaminya pergi. Tapi ada sesuatu yang mulai mengusik hati, membuatnya merasa tak nyaman. Amel hanya bisa bergulingan di ranjang, susah memejamkan mata.

Ini malam kedua Abram menginap. Sejak sore, ponselnya susah dihubungi. Amel merutuki dirinya sendiri, kenapa tak menanyakan dimana suaminya itu menginap.

"Duuuhh ... Kenapa aku lupa yaa? Kemarin terlalu was was," gumamnya.

Beberapa kali ia menengok ke arah nakas di sebelah, tapi ponselnya hanya tergeletak. Diam. Tanpa ada pertanda apapun.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline