Lihat ke Halaman Asli

Queen Foniks

Merdeka Menulis

Terpaku di Keheningan

Diperbarui: 31 Desember 2023   21:50

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Angin pilu menemaniku di malam sepi.

Ruang yang hampa, gelisah hati, tatapan kosong, tanpa makna.

Tetiba air mataku terjatuh.

Semuanya ambigu, aku kehilangan akal.

Angin seakan memahamiku

Jiwaku gundai gulana.

Pantulan sinar rembulan,

hingga rembulan pudar.

Merah padam rupaku penuh antipati,

berulang kali kumengutuk diri,

penuh tanya akan makna hayatku di jagat ini,

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline