Lihat ke Halaman Asli

Lilik Fatimah Azzahra

TERVERIFIKASI

Wiraswasta

Dongeng Wayang | Drupadi, Siapa Pemilik Hatimu?

Diperbarui: 19 Maret 2018   14:06

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

sumber : Album Wayang Indonesia-Blogspot

Drupadi satu-satunya tokoh perempuan dalam pewayangan yang digambarkan menjalani hidup poliandri. Hidup seatap bersama lima laki-laki---Pandawa yang menjadi suaminya.

Drupadi sebenarnya sempat memohon kepada Dewa Khrisna agar ia mengubah suratan takdirnya itu. Memiliki lima suami bukankah itu berat? Namun Dewa Khrisna tidak berkenan mengabulkan. Dewa itu hanya meninggalkan pesan, "Seperti halnya Perang Mahabarata yang harus terjadi, seperti itulah kau mesti menjalani takdirmu."

"Tapi Pukulun, bagaimana saya bisa melayani lima orang suami?" Drupadi masih terlihat cemas dan bingung.

"Aku akan memberimu mantra agar selalu menjadi perawan," Dewa Khrisna berusaha menenangkan hati Drupadi. 

Tidak banyak yang tahu pergolakan batin yang dialami oleh putri Raja Drupada dari Kerajaan Champala itu. Tidak juga sang Ayah yang sejak awal memang tidak berkenan atas kehadirannya.

Saat menjalani ritual Putrakama Yajna kepada Dewa Api agar diberi keturunan, Raja Drupada memang memanjat doa agar keinginannya segera terwujud. Ia berharap memiliki seorang anak laki-laki yang kelak akan menggantikannya. Dewa Agni pun mengabulkan doanya. Namun tidak seperti yang diinginkan, keturunan yang dikirimkan ternyata seorang anak perempuan.

Bagi Raja Drupada, anak perempuan sungguh sangat tidak berguna. Ia tidak bisa dilatih ilmu perang atau sejenisnya selayak anak laki-laki. Menurutnya perempuan itu lemah. Sama sekali tidak berguna.

Karena kesal Raja Drupada mengeluarkan kutukan yang ditujukan kepada Drupadi. Sepanjang hidupnya anak perempuannya yang terlahir dari api itu akan mengalami kesengsaraan dan ketidakadilan.

Untunglah Dewa Khrisna selalu siap turun tangan. Dijadikannya Drupadi anak yang baik, berbakti, penuh kasih sayang dan perhatian. Juga cerdas. Drupadi bisa melakukan apa saja yang biasa dilakukan oleh kaum laki-laki. Ia belajar ilmu pemerintahan, ilmu politik, sosial dan budaya.

Ketika perjalanan takdir telah sampai pada garisnya, di mana Drupadi harus rela menjadi obyek sebuah sayembara yang dilakukan oleh Ayahandanya sendiri, Drupadi pun mulai paham, alangkah tebalnya tembok patrial yang mengungkungnya.

Drupadi sebenarnya seorang gadis pemberontak. Kalau mau bisa saja ia menolak segala keputusan Ayahandanya. Namun ia tidak melakukannya. Ia terlanjur terlahir sebagai anak baik. Ia lebih memilih berbakti kepada orangtuanya. Menjaga maruah Ayahandanya di hadapan para pengikut sayembara ketimbang memenangkan egonya sendiri.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline